Kesehatan

Penderita Lupus Perlu Waspadai Gangguan Mata

Lupus ini sendiri merupakan penyakit seribu wajah, dan sulit didiagnosis karena gejalanya yang tidak khas dan berubah-ubah.

Penderita Lupus Perlu Waspadai Gangguan Mata
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Prof Dr Suhardjo SU, SP, M (K), Dokter Spesialis Mata RSUP dr Sardjito saat menjelaskan mengenai penyakit lupus pada Mata, Kamis (9/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Setiap tahun ada sekitar 16.000 orang terdiagnosis menderita lupus, dimana ada sekitar 5 juta orang di dunia yang sampai dengan saat ini berjuang melawan penyakit lupus.

Dari jumlah tersebut, sekitar 50% penderita lupus juga mengalami gangguan pada mata.

Prof Dr Suhardjo SU, SP, M (K), Dokter Spesialis Mata RSUP dr Sardjito, menjelaskan jika penyakit lupus ini sendiri merupakan penyakit seribu wajah, dan sulit didiagnosis karena gejalanya yang tidak khas dan berubah-ubah.

Mencicipi Bakpia Premium dan Nasi Pedas Ala Kenes Resto & Bakery

Dia menjelaskan jika penyakit ini jangan sampai dianggap enteng, karena juga masuk dalam penyakit berat.

"Dari banyaknya penderita lupus, ada sekitar 10-15% yang meninggal akibat komplikasi. Hal tersebut disebabkan karena diagnosis yang sering terlambat, penanganan yang tidak sesuai dan tidak taat pengobatan," ungkapnya dalam jumpa pers yang diadakan pada Kamis (9/5/2019) di RSUP dr Sardjito dalam memperingati Hari Lupus Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Mei.

Selain itu, dari sekian banyak penderita lupus, 50% nya mengalami gangguan pada mata.

Untuk gejala lupus pada mata sendiri meliputi mata kering, luka pada kelopak mata, mata merah, gangguan saraf mata dan gangguan gerak bola mata.

RSUP Dr Sardjito Gelar Pekan Glaukoma Dunia

Menurutnya, gangguan tersebut yang sampai parah bisa menyebabkan kebutaan.

"Lupus ini menyebabkan peradangan pada mata serta menyebabkan penyumbatan pembuluh darah ke saraf mata dan pendarahan di dalam bola mata yang menyebabkan penurunan penglihatan hingga kebutaan," terangnya 

Sejauh ini untuk obat penyembuh lupus sendiri belum ada, hanya saja ada obat yang diberikan untuk menekan gejala dan bagus diminum dalam waktu yang lama.

Akan tetapi, penggunaan obat lupus seperti Chloroquine, sering menyebabkan efek samping pada mata, di mana ada sekitar 1-28% mengalami retinopati atau gangguan lapang pandang, buta warna dan penurunan penglihatan.

Tahun Ini, RSUP Dr. Sardjito Kembangkan Tranplantasi Ginjal dari Orang Meninggal

Sedangkan terapi dengan Kortikosteroid juga bisa menimbulkan efek samping, yakni glaukoma dan katarak.

"Jadi pengobatan untuk penyakit lupus, memerlukan kerjasama antara dokter mata, serta dokter penyakit dalam. Penggunaan obat-obatan tertentu bisa menyebabkan efek samping pada mata, dimana memang harus ada pengawasan rutin oleh dokter mata," ungkapnya.

Suhardjo juga mengatakan, dengan demikian bila seseorang sudah terdiagnosis menderita lupus, harus rajin melakukan pemeriksaan mata minimal 1 sampai 2 kali dalam setahun.

Hal tersebut penting karena memang lebih dari setengah jumlah penderita lupus juga mengalami gangguan pada mata. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved