Soccer Style

Panen Kritikan Jelang Berlaga di Liga 1 2019, Pelatih PSS Sleman Siap Tanggung Konsekuensi

Komisaris PT Putra Sleman Sembada, Gus Miftah mengatakan bertahan di kompetisi kasta tertinggi menjadi target realistis yang dibidik Laskar Sembada.

Panen Kritikan Jelang Berlaga di Liga 1 2019, Pelatih PSS Sleman Siap Tanggung Konsekuensi
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
PSS Sleman resmi me-launching skuat yang diproyeksikan untuk kompetisi Liga 1 2019, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (9/5/2019) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tim promosi Liga 1 2019, PSS Sleman, memperkenalkan 28 pemain menghadapi kompetisi Liga 1 2019 pada acara launching tim sekaligus uji tanding lawan Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (9/5/2019) malam.

Dari total 29 pemain yang bakal jadi tulang punggung Super Elang Jawa di kompetisi Liga 1 2019, satu legiun asingnya yaitu Guilherme Felipe de Castro absen lantaran tengah mengurus KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas/Tetap) di Singapura.

Komisaris PT Putra Sleman Sembada, Gus Miftah mengatakan bertahan di kompetisi kasta tertinggi menjadi target realistis yang dibidik Laskar Sembada.

"Mudah-mudahan walaupun di tengah keraguan suporter dengan tim ini atau dari segi materi pemain, kita belajar dari Ajax Amsterdam, jangan underestimate. Walaupun tidak ada pemain bintang tapi akhirnya bisa berprestasi," kata Gus Miftah.

PSS Sleman Launching Tim, Panen Kritikan Usai Ditumbangkan Persipura Jayapura

Ia pun mengajak seluruh elemen suporter untuk tak lelah memberi dukungan bagi Bagus Nirwanto dan kolega yang berjuang membawa harum nama Kabupaten Sleman di pentas sepak bola nasional.

"Ya kita berdoa, apupun materi yang ada di tim kita syukuri. Mudah-mudahan kita bisa membanggakan masyarakat Sleman. Target musim ini kita harus bertahan, syukur-syukur kita masuk 10 besar lah," ujar Gus Miftah.

Sayangnya, pada uji tanding sekaligus launching tim tersebut anak asuh Seto Nurdiantoro harus takluk 2-0 dari Persipura lewat gol Titus Bonai dan Boaz Sollosa.

Gelombang protes pun disuarakan suporter lantaran tak puas atas permainan yang ditunjukkan PSS.

Benar saja, usai laga suporter melakukan pelemparan cerawat ke dalam lapangan ketika penggawa Super Elang Jawa tengah menyanyikan anthem 'Sampai Kau Bisa'.

Teriakan bernada kecewa pun lantang diteriakkan suporter ketika Bagus Nirwanto dkk hendak masuk ke dalam ruang ganti usai laga.

PSS Sleman vs Persipura Jayapura, Ujian Sesungguhnya Bagi Super Elja Jelang Kick Off Liga 1 2019

Menanggapi kritik yang disampaikan suporter, Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, mengaku siap menanggung konsekuensi.

"Itu resiko buat saya karena sejak awal pembentukan tim ini tidak mulus. Banyak sekali masalah dari awal, dan saya paham suporter inginnya bermain bagus dan menang," kata Seto.

"Tapi ini proses. Persipura sudah lama sekali di Liga 1 atmosfer lebih tahu dan itu jadi pembeda. Harapannya suporter bisa suport. Saya siap dievaluasi, saya tak khawatir. Apapun keputusan manajemen dan PT saya sudah siap untuk PSS. Kalau diminta sudahi saya sudah siap, kalau lanjutkan pun saya juga siap," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved