Bisnis
Jogja Business Lab Wadahi Pelaku UMKM Lewat Business Gathering
Business gathering ini merupakan kegiatan rutin setiap bulanan yang diisi dengan kegiatan sharing antar anggota Jogja Business Lab.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jogja Business Lab yang dibentuk oleh Bio Hadikesuma Management Training & Consulting (BHMTC) guna mewadahi para pelaku UMKM ini kembali menggelar business gathering yang dihelat di Maraville Coffe.
Business gathering ini merupakan kegiatan rutin setiap bulanan yang diisi dengan kegiatan sharing antar anggota Jogja Business Lab.
Diskusi kali ini mengambil tema 'Cuan di Dunia Retail, Mensiasati Pengaturan Harga di Bisnis Retail' yang menghadirkan narasumber Yudhi Prasetyo yang merupakan Owner KOKE (Kopi Kreatif) salah satu UKM Craft yang kehadirannya cukup memberikan arti tersendiri di dunia kreatif.
• Inacoin Yakin Mampu Kembangkan Ekonomi Masyarakat dan UMKM
Yudhi menceritakan perjalanannya melihat keprihatinan di kalangan ibu-ibu pedesaan serta para petani kopi yang masih jauh dari kondisi layak secara ekonomi.
Berawal dari gagasan bagaimana mengolah sesuatu yang kurang bernilai agar memiliki nilai ekonomis sekaligus dapat memberdayakan petani dan ibu-ibu, akhirnya Yudhi mulai membuat produk pertamanya yakni Gelang Kopi.
Sebagai sebuah bisnis yang mudah dicontoh, ia berpesan kepada peserta untuk melihat pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.
“Sampai sejauh ini kami (KOKE) sudah mempatenkan produk-produk yang ada, setidaknya dari perusahaan kami bisa menuntut mereka yang meniru produk ini. Bisnis itu tentang cuan, dan bukan hanya sebatas dari penjualan barang saja, namun juga dari perlindungan ide kita, itu bisa menghasilkan duit," ujarnya, Rabu (8/5/2019).
Ia melanjutkan apabila barang sudah masuk dalam dunia retail, usahakan Harga Pokok Penjualan (HPP) itu jauh di bawah harga jual.
• Mendarat di YIA, Rini Soemarno Borong Produk UMKM
"Selisihnya itu, kita beri kesempatan kepada distributor, agen dan retail untuk mendapatkan profit. Keuntungan sedikit tidak apa, itu namanya tetap cuan, tapi harus diperbesar dengan volume produksi dan penyebaran produksi yang besar tentunya agar cuan ini semakin besar," lanjutnya.
Sementara itu Founder sekaligus Konsultan BHMTC, Bio Hadikesuma menambahkan, banyak para pelaku usaha yang sudah berjualan, namun ketika ada agen maupun distributor, para pelaku usaha justru kewalahan dalam menetapkan harga.
"Kami mengundang KOKE karena mereka sudah mengaplikasikan pentingnya mengenal supply chain sebagai salah satu bagian dari kekuatan untuk masuk ke dunia retail," kata Bio.
Bio mengatakan, tindak lanjut dari kegiatan ini yakni akan diisi dengan kegiatan workshop dan mentoring untuk memastikan bahwa UMKM menerapkan ilmu yang didapat.
Jogja Business Lab ini menargetkan akan memunculkan sebanyak 20 pelaku usaha di tahun 2020 yang dapat memberikan dampak kepada sosial berupa peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja.
"Kami juga mempersiapkan beberapa UMKM yang berorientasi ekspor mengingat BHMTC saat ini sedang bekerjasama dengan 11 KBRI/KJRI dalam rangka membantu penjualan produk UMKM sekaligus untuk mengenalkan Indonesia di mata Internasional," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/diskusi-business-gathering-yang-digelar-jogja-business-lab.jpg)