Yogyakarta

Sepekan Lagi Disperindag DIY Pastikan Harga Bawang yang Stabil

Disperindag DIY memastikan, dalam sepekan ke depan harga bawang putih di sebagian daerah yang masih tinggi dapat kembali normal.

Sepekan Lagi Disperindag DIY Pastikan Harga Bawang yang Stabil
Tribun Jogja/Alexander Ermando
Ilustrasi: Bawang putih dan bawang merah yang dijual di Pasar Denggung, Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memastikan, dalam sepekan ke depan harga bawang putih di sebagian daerah yang masih tinggi dapat kembali normal.

Hal ini merujuk pada tahapan penggelontoran komoditas bawang impor yang pekan lalu telah masuk dari wilayah Surabaya.

Akhir April lalu, Disperindag DIY juga telah menggencarkan operasi pasar dengan membawa sebanyak tujuh ton bawang putih ke pasar Beringharjo.

Namun begitu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY, Yanto Apriyanto tidak menampik sebagian wilayah di DIY termasuk Bantul dan Sleman masih merasakan harga yang tinggi untuk komoditas tersebut.

Stok Menipis, Disperindag Sleman Menanti Kiriman Bawang Putih dari Pemda DIY

"Rencana tiga hari kedepan akan ada pasokan ke Bantul dan Sleman. Untuk Beringharjo bawang impor sudah masuk kemarin tujuh ton ditambah pasokan dari distributor Ambarawa sekitar lima ton, Rabu ini masuk sekitar lima ton lagi untuk pasar Beringharjo nanti harga perlahan harga turun," kata Yanto, dihubungi Tribun Jogja, Selasa (7/5/2019).

Ditambahkannya, direncanakan akan ada sebanyak 30 ton bawang putih impor akan masuk ke wilayah DIY guna menekan laju harga komoditas tersebut, terutama memasuki bulan puasa.

Jumlah itu akan masuk secara bertahap lewat distributor akibat permintaan di sejumlah wilayah yang cukup tinggi.

Harga Bawang Putih di Sleman Melambung Tinggi, Tembus Rp 62,5 Ribu Perkilogram

"Prosesnya kami buat begitu serta harga turunkan perlahan agar pedagang tidak rugi juga karena masih memiliki stok lama dengan pembelian tinggi. Tapi sepekan kedepan harga bawang putih sudah berangsur normal dengan sudah normalnya pasokan dari distributor," imbuhnya.

Yanti juga mengutarakan, jumlah komoditas yang masuk tersebut juga akan disesuaikan dengan kondisi harga di lapangan.

Jika harga mulai berangsur turun lewat operasi tersebut, maka pasokan perlahan-lahan akan mulai dikurangi.

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved