Kriminal

Dalam Satu Malam, Pelajar Kejar Paket Ini Curi 3 Burung

Meski kerugian tidak terlalu besar, saat ini, pelaku masih ditahan di Polsek Kraton untuk pemeriksaan.

Dalam Satu Malam, Pelajar Kejar Paket Ini Curi 3 Burung
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Kriminalitas 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang pelajar Kejar Paket jadi bulan-bulanan warga Pracimasono, Kadipaten, Kraton, Yogyakarta.

RS (25) warga Ngampilan mendapat bogem mentah karena ketahuan mencuri burung.

Tak tanggung-tanggung, sekali mencuri, ia mengambil 3 burung sekaligus.

Kapolsek Kraton, Kompol Etty Haryanti mengatakan, pengurus RW setempat menghubunginya Selasa (7/5/2019) dini hari.

Menanggapi hal tersebut, petugas Polsek Kraton langsung menuju ke tempat kejadian perkara.

Polsek Ngaglik Ringkus Residivis Pencurian Spesiali Pecah Kaca Mobil, Ditangkap di Salatiga

"Bu RW langsung telpon saya, sekitar pukul 02.00. mengabarkan kalau ada pencuri burung yang tertangkap. Warga di sana sudah geram, karena memang sering sekali warganya kehilangan burung. Makanya pas tertangkap kemudian dipukuli warga," katanya saat ditemui di Polsek Kraton, Selasa (7/5/2019).

Ia menjelaskan pelaku mencuri tiga Barung sekaligus di daerah tersebut.

Ketiga burung tersebut adalah Gelatik, Jongkangan, dan Kenari.

Meski kerugian tidak terlalu besar, saat ini, pelaku masih ditahan di Polsek Kraton untuk pemeriksaan.

"Jadi pelaku mencuri lebih dari satu rumah, pindah-pindah tetapi masih di daerah itu. Totalnya ada tiga burung, dijadikan satu dalam sangkar. Kerugian tidak banyak, sekitar Rp300ribu. Pelaku dikenakan tindak pidana ringan, karena kerugian di bawah Rp2,5 juta," jelasnya.

Polsek Wirobrajan Ringkus Pencuri Spesialis ATM

Ia melanjutkan, tindak pindana ringan bukan berarti membebaskan pelaku begitu saja. Pelaku nantinya juga akan menghadap hakim dalam persidangan.

Dengan demikian pelaku juga akan mendapat hukumannya sendiri, sesuai dengan perbuatannya.

"Hukumannya nanti juga ada sendiri, kan ada tingkatannya. Jadi tidak otomatis bebas, bisa saja nanti hukuman penjara satu Minggu, atau bahkan satu bulan. Tergantung kesalahannya. Pelaku ini sebelumnya pernah ditahan sekitar satu Minggu karena terlibat kekerasan, tawuran saat SMA," lanjutnya.

Pihaknya pun akan meningkatkan pengamanan untuk menjaga kondusivitas sekitar Kraton. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved