Kota Yogya

Stok Menipis, PMI Kota Yogya Agendakan Donor Darah di Masjid dan Gereja

Jumlah pendonor darah sukarela di PMI Kota Yogyakarta selama Ramadan mengalami penurunan sebanyak 60-70 persen.

Stok Menipis, PMI Kota Yogya Agendakan Donor Darah di Masjid dan Gereja
internet
donor darah

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jumlah pendonor darah sukarela di PMI Kota Yogyakarta selama Ramadan mengalami penurunan sebanyak 60-70 persen.

Staf PMI Kota Yogyakarta, Nur Edi Hidayatullah menjelaskan bahwa setidaknya setiap bulan dibutuhkan 3.000-4.000 kantong per bulan.

Edi mengatakan untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya mengadakan acara donor darah di beberapa tempat, misalkan masjid dan gereja dalam waktu dekat ini.

Hijab Tak Boleh Jadi Halangan Berprestasi

"Stok yang ada saat ini aman hingga 4 hari ke depan. Namun dengan catatan bahwa tidak ada permintaan darah dari luar kota," jelasnya pada Tribunjogja.com, Senin (6/5/2019).

Edi menjelaskan, bahwa sudah menjadi tradisi di PMI Kota Yogyakarta untuk mengirimkan stok darah ke luar kota selama kebutuhan darah di dalam Kota Yogyakarta sudah mencukupi.

Misalkan sebelum bulan puasa, pihaknya telah mendistribusikan darah ke sejumlah daerah, mulai Malang, Grobogan, Semarang, dan Lamongan.

"Kalau sisa stok, bisa kami kirim. Biasanya ke Jawa Tengah, Klaten, dan Jawa Timur. Sebenarnya ini sudah ada yang minta, tapi nggak kita kasih dulu," ungkapnya.

Selain Ramadan, masa paling krusial ketersedian stok darah biasanya terjadi setelah libur Lebaran.

Selama Ramadan, Pemkab Bantul Batasi Jam Operasional Tempat Hiburan Malam dan Panti Pijat

Hal tersebut lantaran pendonor masih dalam suasana liburan, instansi juga libur, dan jadwal operasi yang sifatnya tidak mendesak juga diundur setelah Lebaran.

"Nanti, biasanya rumah sakit yang biasa minta darah ke kami jadi banyak karena jadwal operasi saat Lebaran semuanya diundur dan terjadilah waktu puncak di mana kebutuhan darah jadi tinggi di waktu bersamaan. Sementara pendonor sukarela masih berada di kampung halaman masing-masing," bebernya.

Terkait kegiatan donor darah di Masjid, Edi menjelaskan bahwa target tiap lokasi adalah 30 kantong darah.

Acara dilakukan malam hari atau setelah para peserta berbuka puasa dan dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai pendonor darah.

"Tanggal 9 Mei di Musholla Nurul Ikhsan Surokarsan, 10 Mei di Masjid Khusnul Khotimah Bantenga Baru Jalan Kaliurang, dan 12 Mei kami ada di tiga tempat yakni Gereja Pelem Baturetno, Gereja Kalam Kudus Beskalan, dan Masjid Bokoharjo di Prambanan," tambahnya. (*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved