Inspiring Beauty

Nurzhafirah Ramadhanty : Kunci Kesuksesan Selalu Optimis Kejar Cita-cita

Nurzhafirah Ramadhanty : Kunci Kesuksesan Selalu Optimis Kejar Cita-cita

Nurzhafirah Ramadhanty : Kunci Kesuksesan Selalu Optimis Kejar Cita-cita
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Nurzhafirah Ramadhanty 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama sesi pemotretan untuk rubrik inspiring beauty, dara bernama lengkap Nurzhafirah Ramadhanty ini terlihat luwes mengahadapi jepretan kamera. Sesekali Fifi begitu ia akrab disapa menunjukkan tatapan tajam dan penuh keyakinan ke arah bidikan kamera.

Optimis adalah salah satu kata yang menjadi acuan hidup dara berhijab ini. Fifi memandang semua yang ia lakukan bisa tercapai dengan usaha maksimal dan disertai doa. Salah satunya saat ia berkeinginan mendapatkan pekerjaan part time yang sesuai dengan karakternya.

Menjadi seorang barista adalah jawabannya. Gayung bersambut, setahun belakangan Fifi mendalami profesi barista. Pekerjaan part time ia jalani di sela kesibukannya merampungkan kuliah di Jurusan Manajemen di UPN Veteran Yogyakarta.

Dibantu seorang teman, Fifi mulai merambah salah satu profesi di industri kopi tersebut. Awalnya Fifi belum langsung belajar menjadi seorang barista, ia lebih dulu menjadi seorang kasir. Setelah mengetahui bagaimana cara dan alur kerja di coffee shop, perlahan ia mulai belajar menjadi seorang barista hingga akhirnya layak dan diterima bekerja di sebuah coffee shop cukup ternama.

"Aku bersyukur karena coffee shop tempat aku bekerja mau kompromi dengan aktivitas ku di kampus. Jadi pas aku sibuk, aku bisa ngisi shift menyesuaikan kegiatan kuliah di kampus," kata Fifi.

Lagu Yang Terbaik Tandai Kebangkitan Fix Band

Dara yang pernah terjun di dunia broadcasting dengan menjadi penyiar radio selama 4 tahun ini mengaku banyak belajar dan memiliki banyak pengalaman selama menjadi seorang barista. Satu hal yang ia belajar dan menurutnya sangat penting bukan hanya soal bagaimana membuat kopi yang disukai pengunjung melainkan bagaimana menyajikan dan membuat pengunjung nyaman menikmati kopi tersebut.

Bagi Fifi, ketika para pecinta kopi merasa nyaman saat menikmati kopi bikinannya merupakan kepuasan tersendiri. Fifi pun pernah mengalami ketika harus mengulang membuat pesanan secangkir kopi lantaran menurut pengunjung coffee shop belum sesuai yang diinginkan.

Ia pun menyikapi dengan santun dan mencoba mencari tahu penyebab pesanan itu tak sesuai dengan yang diinginkan padahal Fifi sudah merasa membuat sesuai alur yang selama ini dilakukan. Rupanya, taste pengunjung yang mengatakan pesanannya kurang sesuai tersebut memang membutuhkan perlakuan khusus.

"Jadi setiap pengunjung atau pecinta kopi itu beda beda karakternya. Aku membiasakan diri untuk selalu bertanya apakah pesanan sudah sesuai dan bila ada yang kurang sesuai bisa memanggil lagi untuk komplain. Kadang kita merasa sudah sesuai standar rasa, tapi pengunjung ingin disesuaikan selera mereka,jadi harus peka," ujar Fifi.

Finalis Ajang Dimas Diajeng Kota Yogyakarta

Halaman
12
Penulis: yud
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved