Gunungkidul

Jaga Kekhusukan Ramadan, Dispar Gunungkidul Tak Adakan Event Pariwisata

Ingin ciptakan suasana nyaman dan khusuk saat bulan suci Ramadan, tahun ini Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul tak gelar event.

Jaga Kekhusukan Ramadan, Dispar Gunungkidul Tak Adakan Event Pariwisata
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ingin ciptakan suasana nyaman dan khusuk saat bulan suci Ramadan, tahun ini Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul tak gelar event.

Pada tahun sebelumnya Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul sempat menyiapkan pancuran untuk padusan namun pada tahun ini sudah tidak.

Hal tersebut diutarakan oleh Sekretaris Dispar Gunungkidul Hari Sukmono, MInggu (5/5/2019).

Hagia Bidik Wanita Hijabers yang Dinamis

“Tidak ada event apa-apa menjelang ramadan maupun pada saat bulan puasa berlangsung, Ditambah lagi ini untuk membuat rasa nyaman dan khusyuk bagi para umat muslim yang menjalankan ibadah puasa," tambahnya.

Ditambah lagi pihaknya juga tidak mematok target khusus dalam bulan Ramadan kali ini.

Tetapi pihaknya tetap memasang target jumlah pengunjung saat hari raya Lebaran.

“Kami ada target khusus, namun baru akan dikoordinasikan dengan OPD (organisasi pernagkat daerah) terkait minggu pertama puasa, saat puasa juga biasanya jumlah kunjungan menurun. Dilihat dari tahun-tahun lalu berjumlah 2000 per hari sedangkan pada hari biasa mencapai 7000” ujarnya.

Solusi Banyaknya Guru PNS yang Pensiun, Tahun Ini Pemkab Gunungkidul Angkat 720 Guru Pengganti

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan untuk menjaga kekhusukan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah pemkab maka diberlakukan pemotongan jam kerja pada bulan puasa ini, para ASN hanya akan bekerja selama 32,5 jam per minggunya.

"Diharapkan dengan pemangkasan jam kerja ini, para ASN bisa tetap khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa. Meski ada pemangkasan jam kerja, tingkat kinerja para pegawai ini harus sama dengan layaknya pada hari kerja biasa. Selain itu, semangat toleransi, kerukunan dan juga harus tetap dipupuk," ujar Badingah.

Ia menambahkan, pelayanan terhadap masyarakat menjadi penekanan utama.

Pasalnya jika pelayanan dilakukan tidak prima tentu akan menjadi suatu bahan evaluasi dari masyarakat maupun pemerintah.

"Seluruh ASN dan PNS yang menunaikan ibadah puasa harus lebih tertib kembali. Jangan sampai celah pemangkasan jam kerja ini justru dimanfaatkan dengan hal-hal yang menyalahi aturan. Toleransi lah yang paling utama. Kita juga sudah koordinasikan dengan OPD terkait mulai dari penertiban hingga memberikan himbauan bagi masyarakat maupun lini lain untuk menjaga toleransi yang ada,” tambahnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved