Bantul

Ini Alasan Bule Asal Jerman dan Kolombia Ajak Warga Kelola Sampah

Ini Alasan Bule Asal Jerman dan Kolombia Ajak Warga Bantul Kelola Sampah

Ini Alasan Bule Asal Jerman dan Kolombia Ajak Warga Kelola Sampah
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Bule asal Jerman dan Kolombia, Sandra (baju biru kiri) dan Adriana memberikan materi tentang sampah dalam workshop di Omah Guyub, Desa Wisata Kasongan, Bantul, Minggu (5/5/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sandra Bonk dan Adriana Maria Olarte, dua Bule asal Jerman dan Kolombia memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah. Workshop digelar di Omah Guyub, Desa Wisata Kasongan, Bantul, Minggu (5/5/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh seniman, para pecinta lingkungan dan ibu-ibu rumah tangga.

Adriana mengaku sudah cukup lama tinggal di Indonesia. Ia dan temannya, Sandra, bahkan sangat peduli apa yang terjadi di Indonesia.

"Kami sudah merasa sedikit menjadi warga negara Indonesia," kata Adriana, ketika ditanya mengapa mau memberikan edukasi tentang sampah di Bantul.

Adriana dan Sandra merupakan seniman. Keduanya adalah warga negara asing yang sedang menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sandra seniman lukis sedangkan Adriana seniman di bidang musik tradisional. Mereka sama-sama sangat mencintai lingkungan sehat.

Bule Asal Jerman dan Kolombia Ajak Warga Bantul Kurangi Sampah Plastik

Menurut Adriana, ia memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah terutama 'bahaya' plastik bukan hanya di Desa Wisata Kasongan Bantul saja, tetapi juga disejumlah daerah lain, seperti Kalimantan. Ia bahkan mengaku ingin memberikan bantuan dimanapun jika masyarakat mulai sadar dan membutuhkan perubahan.

"Kita ingin membantu, karena ini bumi kita. Bukan masalah saya, bukan dari Indonesia. Indonesia juga rumah saya dan seluruh bumi, jadi saya ingin membantu sebanyak yang saya bisa," tuturnya.

Fasilitator dari Imah Guyub, Andi Amrullah mengatakan sampah merupakan problem serius bagi masyarakat. Namun seringkali dilupakan. Sebab itu, workshop tentang sampah sangat penting supaya memberikan kesadaran kepada masyarakat.

"Sehingga diharapkan bisa mencari solusi sendiri-sendiri. Dari problem sampah di rumah tangganya," ujar dia. (Tribunjogja I Ahmad Syarifudin)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved