Breaking News:

Hukum Bermaaf-maafan Jelang Ramadan, Kumpulan Kalimat Minta Maaf Cocok Dikirim Via WA dan SMS

Hukum Bermaaf-maafan Jelang Ramadan, Kumpulan Kalimat Minta Maaf Cocok Dikirim Via WA dan SMS

Editor: Ikrob Didik Irawan
pixabay.com via jambi.tribunnews.com
Ilustrasi doa 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebelum memasuki Ramadan atau Ramadhan, banyak orang mengirimkan pesan bermaaf-maafan.

Apa sebenarnya hukum bermaaf-maafan ini? Berikut penjelasan yang dikutip dari www.muslimarket.com.

Tradisi bermaafan sebelum ramadhan ini didasari berdasarkan hadits berikut ini :

Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.

Doa Malaikat Jibril itu adalah :

“Ya Allah, tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut :

Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.”

Namun, ada yang janggal dari hadits ini. Riwayat ini tidak ada di kitab-kitab hadits. Adapun hadits yang serupa dengan ini, terdapat pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246. 254):

“Dari Abu Hurairah RA: Rasulullah SAW naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”.

Hadits diatas dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi‘ (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved