Wedang Sari Salak Produk Primadona Desa Berdaya Jatimulyo Juarai Gebyar UKM Kulon Progo

Rumah Zakat melalui Desa Berdaya Jatimulyo Kecamatan Girimulyo, Kapupaten Kulon Progo mendapat juara pertama dalam Gebyar UKM

Wedang Sari Salak Produk Primadona Desa Berdaya Jatimulyo Juarai Gebyar UKM Kulon Progo
IST
Produk Wedang Sari Salak 

Wedang Sari Salak Produk Primadona Desa Berdaya Jatimulyo Juarai Gebyar UKM Kulon Progo

TRIBUNJOGJA.com - Rumah Zakat melalui Desa Berdaya Jatimulyo Kecamatan Girimulyo, Kapupaten Kulon Progo mendapat juara pertama dalam Gebyar UKM senin kemarin, (29/4).

Adalah produk wedang sari salak memperoleh juara 1 dalam Gebyar UKM tingkat Kecamatan tahun 2019 yang secara langsung penghargaan diberikan oleh Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo. Wedang sari salak adalah produk dari Kelompok Primarasa binaan Desa Berdaya Rumah Zakat.

Pemberian penghargaan dari Bupati Kulon Progo
Pemberian penghargaan dari Bupati Kulon Progo (IST)

Murjiyati sebagai Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat mengungkapkan bahwa Kelompok Primarasa digawangi oleh Ibu Warnengsih atau Ibu Ema selaku Ibu dukuh dusun Sibolong, Desa Jatimulyo.

Awal pembentukan kelompik ini hanya memproduksi keripik dan makanan kering.

Berbekal pelatihan dari mahasiswa KKN dan pendampingan intensif dari Rumah Zakat, mulailah membuat produk baru yaitu wedang sari salak.
Diperlukan beberapa kali uji coba untuk memperoleh cita rasa yang stabil pada februari tahun lalu.

Memasuki bulan ke tiga produksi atau mei tahun lalu mulailah didaftarkan PIRT dan pengemasan yang bagus agar menarik pembeli. Bertepatan dengan Idul Fitri mei-juni tahun lalu pesanan semakin banyak mulai dari teman, berlanjut ke warung-warung disekitar Desa Berdaya, kini sudah eksis dibeberapa Obyek wisata di Jatimulyo.

Produk Wedang Sari Salak
Produk Wedang Sari Salak (IST)

Dipilihnya salak sebagai bahan baku produk unggulan bukannya tanpa sebab. Salak adalah tanaman wajib hampir semua penduduk di Desa Berdaya Jatimulyo. Iklim pegunungan sangat cocok untuk ditanami salak pondoh. Produksi salak dari Kulonprogo sebanding dengan salak dari daerah Sleman.

Hampir dipastikan setiap hari ada salak meski tidak sedang musim panen. Seiring berjalannya waktu harga salak semakin menurun dipasaran. Bahkan jika musim panen salak hanya laku pada kisaran harga 2000-4000 rupiah saja. Hal ini kemudian yang membuat warga sekitar berfikir apa yang dapat membuat harga salak stabil dan dan bisa mengangkat kesejahteraan para petani salak.

Produk Wedang Sari Salak
Produk Wedang Sari Salak (IST)

Hal ini kemudian menjadi perhatian pemerintah bahwa produk lokal mampu menjadi primadona dan mengangkat potensi sumber daya yang ada.

Dalam acara Bulan Bakti Gotong Rayong Kulon Progo yang diadakan, di Desa Purwosari, Girimulyo, produk andalan kelompok Primarasa berupa produk wedang sari salak memperoleh juara 1 dalam Gebyar UKM tingkat Kecamatan tahun 2019.

“Terima kasih atas pendampingan Rumah Zakat kepada kami selama ini, berkat doa dan kerja keras kita alhamdulillah berkat bantuan rumah zakat dalam proses 1 tahun produksi ini perkembanhanya pesat sekali”, ujar Warnengsih pasca menerima penghargaan dari Bupati. (*/adv)

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved