DPMPPA Kota Yogyakarta Bentuk Gender Corner untuk Wujudkan Kesetaraan Gender

Konsep gender corner ini sebagai media untuk mewujudkan Kesetaraan Gender di kota Yogyakarta.

DPMPPA Kota Yogyakarta Bentuk Gender Corner untuk Wujudkan Kesetaraan Gender
IST
Gender Corner DPMPPA Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.com - Apa yang dimaksud dengan Gender ? Masih banyak yang salah mengartikan gender sebagai jenis kelamin. Padahal gender merupakan perbedaan peran tanggung jawab perempuan dan laki-laki yang dibentuk oleh faktor –faktor sosial dan budaya di masyarakat.

Ketimpangan gender menjadi salah satu isu strategis di Kota Yogyakarta dengan berbagai keberagaman karakteristik dan sosial budayanya.

Adapun terwujudnya kesetaraan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki, sehingga memiliki akses, kesempatan berpartisipasi, control atas pembangunan dan memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan.

Mengacu pada visi Walikota Yogyakarta yakni “meneguhkan Kota Yogyakarta sebagai Kota Nyaman Huni dan Pusat Pelayanan Jasa yang Berdaya Saing Kuat untuk Keberdayaan Masyarakat dengan Berpijak pada Nilai Keistimewaan“ dengan mengimplementasikan konsep pembangunan berbasis ‘’Gandeng Gendong” Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak berinovasi membentuk “GENDER CORNER”.

Konsep gender corner ini sebagai media untuk mewujudkan Kesetaraan Gender di kota Yogyakarta.

Beberapa faktor penyebab terjadinya Gender Corner karena masih banyaknya kekerasan yang terjadi pada perempuan dikalangan masyarakat dan rendahnya tingkat perekonomian suatu keluarga.

Kekerasan terhadap perempuan dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja, termasuk masalah KDRT merupakan fenomena yang masih terjadi di masyarakat Kota Yogyakarta. Hal ini tidak lain penyebabnya adalah akibat tingkat ekonomi yang rendah dalam suatu keluarga.

Pemerintah Kota Yogyakarta berkewajiban untuk mencegah dan terus mengurangi kejadian-kejadian kekerasan tersebut. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah bisa memberikan pelayanan atau respon terhadap potensi munculnya gejala-gejala tersebut di antaranya dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Adapula strategi modeling yang merupakan inovasi dari pengembangan gender corner untuk mengatasi problema kekerasan terhadap perempuan. Dengan mendekatkan layanan modeling diharapkan kasus kekerasan di Kota Yogyakarta bisa ditekan dan bisa dicegah. (*/adv)

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved