Breaking News:

Bisnis

Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 2,5 Triliun Terhadap Perekonomian DIY

Sumbangsih itu diperoleh dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan melihat perbandingan antara pendapatan sebelum menjadi mitra dan setelah menjadi

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi C.K. Walandouw (kiri) saat menyampaikan hasil riset berjudul 'Dampak Gojek Terhadap Perekonomian Yogyakarta Tahun 2018' Jumat (3/5/2019) di Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyebut, Gojek menyumbang sebanyak Rp2,5 triliun terhadap perekonomian DIY sepanjang 2018 lalu.

Konstribusi tersebut berasal hasil riset terhadap empat layanan Gojek yakni Go Ride dengan angka Rp796 miliar, Go Car Rp124 miliar, Go Food Rp1,6 triliun, dan Go Life (Go Clean dan Go Message) senilai Rp 28 miliar.

Data tersebut dipaparkan dengan judul 'Dampak Gojek Terhadap Perekonomian Yogyakarta Tahun 2018' Jumat (3/5/2019) di Yogyakarta.

Adapun penelitian tersebut dilakukan di sembilan kota Indonesia termasuk Yogyakarta dengan jumlah responden sebanyak 615, masing-masing Mitra Go Ride dengan 385 responden, Go Car 50, Go Food 100, dan Go Life 80 responden.

Gojek Uji Coba Tarif Baru, Pagodja Sambut Positif

"Riset ini hasil kerjasama antara LD FEB UI dengan Gojek Indonesia, Gojek berperan besar dalam asupan data-data para mitra yang ada di daerah termasuk Yogya," kata Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi C.K. Walandouw.

Paksi mengatakan, sumbangsih itu diperoleh dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan melihat perbandingan antara pendapatan sebelum menjadi mitra dan setelah menjadi mitra Gojek.

"Jadi sumbangannya berdasarkan omzet bukan penghasilan terakhir," imbuhnya.

Gojek Dikabarkan Mundur dari Sponsor Utama Liga 1 2019

Dalam riset tersebut juga didapati rata-rata penghasilan para mitra dari empat layanan yes itu berkisar di angka Rp4 juta lebih.

Mitra Go Ride dan Go Life rata-rata mengantongi pendapatan senilai Rp4 juta per bulannya, Go Car senilai Rp5,6 juta, dan 69% mitra layanan Go Food beromset sebesar Rp300 juta per tahun.

"Populasinya kita ambil dari para mitra yang telah aktif selama tiga bulan lebih untuk menguatkan hasil riset," urai dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved