Pendidikan

Perguruan Tinggi Harus Akomodasi Kebutuhan Lulusan di Revolusi Industri 4.0

Selain prodi, dalam menghadapi revolusi industri, Perguruan Tinggi juga perlu mengefisienkan program pembelajaran yang dimiliki.

Perguruan Tinggi Harus Akomodasi Kebutuhan Lulusan di Revolusi Industri 4.0
istimewa
Center For Digital Society UGM saat memaparkan mengenai tentangan revolusi industri bagi Perguruan Tinggi, pada Kamis (2/5/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, Perguruan Tinggi harus mampu mengakomodasi kebutuhan yang dibutuhkan oleh lulusannya.

Sampai dengan saat ini, masih sedikit Perguruan Tinggi yang memiliki program studi maupun program pembelajaran yang mampu menjawab tantangan revolusi industri 4.0.

Dari data yang dipaparkan oleh Center For Digital Society (CfDS) UGM, dari total sebanyak 4.504 jumlah perguruan tinggi di Indonesia, hanya ada beberapa universitas yang memiliki prodi-prodi baru maupun program pembelajaran yang bisa menjawab tantangan revolusi industri 4.0.

Treviliana Eka Putri, Peneliti dari CfDS UGM menjelaskan jika prodi baru yang memiliki karakteristik Revolusi Industri diantaranya adalah Aktuaria dan Bisnis Digital.

Wakil Wali Kota Yogya Minta Pekerja Bersiap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Adapun Aktuaria merupakan ilmu mengenai pengelolaan risiko keuangan di masa yang akan datang, yang mana Aktuaria ini mengkombinasikan antara ilmu mengenai peluang, matematika, statistika, dan pemrograman komputer.

Beberapa universitas yang sudah mendirikan prodi ini diantaranya Institut Pertanian Bogor (2017), Institut Teknologi Sepuluh November (2018), Universitas Padjadjaran (2018), Universitas Indonesia (2018) serta Universitas Gadjah Mada (2019).

"Sedangkan untuk prodi Bisnis Digital hanya ada di Universitas Padjadjaran (2018). Memang di revolusi industri Perguruan Tinggi juga harus mengakomodir kebutuhan lulusannya. Semisal Aktuaria, nah ketika revolusi industri kita butuh orang-orang yang mampu ada dibelakang big data. Jadi menyediakan prodi yang dibutuhkan oleh pemerintah maupun Industri untuk revolusi industri," terangnya.

ISI Yogyakarta Tampilkan Kecerdasan Buatan dalam Seni di Era Revolusi Industri 4.0

Selain prodi, dalam menghadapi revolusi industri, Perguruan Tinggi juga perlu mengefisienkan program pembelajaran yang dimiliki.

Diantaranya dengan Online Learning dan Distance Learning.

Menurutnya, saat ini generasi Z sudah akrab dan cakap dalam memanfaatkan teknologi.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved