Breaking News:

Pemilu 2019

PAN dan Partai Golkar Gunungkidul Keluhkan Dampak Digabungnya Pilpres dan Pileg

Digabungnya pemilihan presiden dan pemilihan legislatif dikeluhkan dua Partai di Kabupaten Gunungkidul yaitu Partai Amanat Nasional dan Partai Golkar.

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 2019 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Digabungnya pemilihan presiden dan pemilihan legislatif dikeluhkan dua Partai di Kabupaten Gunungkidul yaitu Partai Amanat Nasional dan Partai Golkar.

Akibat dari digabungnya dua pemilihan tersebut berimbas dari perolehan suara yang turun di tingkat Provinsi maupun Kabupaten.

Sekretaris Partai Golkar, Herry Nugroho mengatakan Partai Golkar dalam pemilu 2019 kali ini mengalami penurunan perolehan suara di Kabupaten Gunungkidul pada tingkat Kabupaten, maupun tingkat Provinsi DIY.

"Di tingkat Provinsi kami hanya mendapatkan satu kursi sedangkan pada pemilu 2014 mendapatkan dua kursi. Seharusnya kursi DPRD DIY didapatkan oleh pak Almarhum pak Marsiyono. Dan suara terbanyak ke dua diraih oleh Rani Widiastuti Sebanyak 12.204 suara," ucapnya, saat dihubungi Tribunjogja, Jumat (5/4/2019).

Bupati Gunungkidul dan Para Tokoh Agama Apresiasi Pelaksanaan Pemilu

Pihaknya masih menunggu Keputusan dari KPU bagaimana nantinya yang akan mewakili partai Golkar di DPRD DIY.

"Kami masih tunggu keputusan dari KPU, pak Marsiyono meninggal setelah penghitungan suara dimulai. Terkait penggantian nanti masih tunggu keputusan KPU apakah pak Marsiyono tetap di lantik nanti kemudian di Pergantian Antar Waktu (PAW) atau ibu Rani Langsung dilantik," paparnya.

Selain itu dirinya menerangkan konsentrasi partai Golkar terpecah karena pilihan presiden dan pilihan legislatif dibarengkan dalam satu waktu.

Besaran Dana Desa di Gunungkidul Naik

Sementara itu Sekretaris PAN Gunungkidul, Anwaruddin menuturkan pihaknya juga mengalami penurunan perolehan kursi di DPRD DIY yang mendapatkan satu kursi, dibanding dengan pemilu lalu menurun.

"Pemilu serentak ternyata tidak menguntungkan bagi peolehan suara partai politik. Ditambah lagi ada caleg yang berpindah partai hal tersebut juga mempengaruhi sedikit dari perolehan suara PAN," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved