Gunungkidul

Disdukcapil Gunungkidul Terapkan Tanda Tangan Elektronik

Program ini bertujuan untuk memangkas jarak pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran bagi masyarakat.

Disdukcapil Gunungkidul Terapkan Tanda Tangan Elektronik
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Kepala Disdukcapil Gunungkidul saat menyerahkan dokumen akta kelahiran yang telah menggunakan tanda tangan elektronik, Kamis (2/5/2019). 

Laporan Reporter Tribun jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL -Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dissukcapil) Kabupaten Gunungkidul mulai berlakukan tanda tangan elektronik.

Program ini bertujuan untuk memangkas jarak pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut diucapkan oleh Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarja, Kamis (2/5/2019).

Hijab Tak Boleh Jadi Halangan Berprestasi

"Awalnya akan dilakukan di 13 desa, jadi nantinya masyarakat kalau ingin mengurus KK atau akta kelahiran tinggal datang ke desa tak perlu ke kantor kami (Disdukcapil). Kami akan melakukan bimbingan kepada desa bagaimana menggunakan alatnya," ucapnya pada Tribunjogja.com.

Selanjutnya ia mengucapkan, penerapan terobosan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 7 tahun 2019 atas terobosan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Ia menjelaskan dokumen yang ditandatangani menggunakan tanda tangan elektronik telah disertifikasi oleh Balai Sertifikasi Elektonik (BSRE) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Nantinya tidak ada bentuk tanda tangan di dokumen tersebut hanya ada barcode dan telah di sertifikasi oleh dua badan tersebut," imbuhnya.

Kepala Bidang Kependudukan Dukcapil Gunungkidul, Arisandy Purba mengatakan, Tanda Tangan Elektronik sudah mulai diterapkan sejak 2 Mei 2019.

Bupati Gunungkidul dan Para Tokoh Agama Apresiasi Pelaksanaan Pemilu

Namun pelayanannya masih di kantor Disdukcapil.

"Secara menyeluruh sih belum. Untuk 2019 ini akan kami terapkan secara bertahap pada 10 kecamatan, tapi ini perlu fasilitas yang memadai seperti printer dan komputer printernya pun harus yang berkualitas bagus karena jika ada kesalahan cetak maka barcode tidak bisa dipindai," ucap Arisandy.

Pihaknya menargetkan untuk tahun 2020 mendatang sudah dapat diterapkan secara menyeluruh, sehingga dapat memotong mobilitas masyarakat yang datang ke kantor Disdukcapil.

"Mulai dari waktu yang dibutuhkan tidak lah lama, kami akan memantau terus mana yang menjadi kelemahan dari sistem baru ini sehngga kedepannya kami dapat mellakukan evauasi terkait dengan penerapan tanda tangan elektronik ini," paparnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved