Breaking News:

Update Situng KPU Pukul 13.15 WIB: Jokowi Raih 52,8 Juta Suara, Prabowo 41,4 Juta Dukungan

Situng KPU hingga Kamis (2/5/2019) pukul 13.15 WIB, Jokowi-Ma'ruf mendapat 52,8 juta suara atau 56,04%. Prabowo-Sandi mendapat41,4 juta atau 43,96%

TribunJogja
Situng KPU pada Kamis 2 Mei 2019 pukul 13.15 WIB 

TRIBUNJOGJA.COM - Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2019 terus dilakukan pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Situng KPU hingga Kamis (2/5/2019) pukul 13.15 WIB, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk sementara, mengungguli pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hitungan sementara, Jokowi-Ma'ruf mendapat 52,8 juta suara atau 56,04 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat dukungan 41,4 juta atau 43,96 persen.

Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 12,08 persen.

Fakta Ijtima Ulama 3: Minta KPU Diskualifikasi Jokowi-Maruf hingga Pidato Rizieq Shihab

Data real count KPU ini mengacu pada suara yang masuk dari 496.103 TPS dari total 813.350 TPS atau telah mencapai 61,5 persen.

Jokowi-Ma'ruf unggul di sejumlah provinsi, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, hingga Papua.

Sedangkan Prabowo-Sandi sementara ini unggul di Sumatra Barat, Jambi, Aceh, Jawa Barat, Banten, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua KPU Arief Budiman menegaskan, Situng dari real count KPU tidak digunakan untuk menetapkan hasil resmi pemilu.

Hasil pemilu yang akan ditetapkan berasal dari rekapitulasi berjenjang, dari tingkat kecamatan, berlanjut ke kabupaten, kemudian provinsi, hingga terakhir di tingkat
nasional.

HOAKS: Kapolri Perintahkan Tembak Mati Pengacau NKRI Meskipun Itu Cucu Nabi

Situng yang disediakan untuk publik ini, kata Arief, berfungsi sebagai transparansi KPU terhadap publik.

"(Situng) ini menjadi alat bantu memberikan informasi dengan cepat. Bagian dari penyediaan informasi yang terbuka, transparan kepada publik. Toh nanti yang (rekapitulasi) manual itu yang dijadikan dasar (penetapan)," kata Arief di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019) lalu.

Arief mengatakan, dalam proses input data dari scan formulir C1 ke Situng bisa saja terjadi kesalahan. Namun demikian, kesalahan tersebut masih bisa diperbaiki.

Siapapun yang menemukan ketidakcocokan antara entry data Situng dengan scan formulir C1, bisa melapor ke KPU untuk kemudian dikoreksi. (Tribunjogja.com/KCM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved