Bisnis

Sogan Batik dan Batik Rajah Tampilkan Koleksi Bertajuk 'Mantiq Attair'

Lewat motif batik “Mantiq Attair” ini sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan historis dan pesan kebaikan universal.

Sogan Batik dan Batik Rajah Tampilkan Koleksi Bertajuk 'Mantiq Attair'
istimewa
Iffah M Dewi bersama Kaji Habeb menampilkan koleksi bertajuk “Mantiq Attair” yang merupakan kolaborasi antara Sogan Batik dan Batik Rajah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Terus konsisten berkarya didunia batik dan fesyen, Iffah M Dewi bersama Kaji Habeb menampilkan koleksi bertajuk “Mantiq Attair” yang merupakan kolaborasi antara Sogan Batik dan Batik Rajah.

Lewat motif batik “Mantiq Attair” ini sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan historis dan pesan kebaikan universal.

Owner Sogan Batik Iffah M Dewi mengatakan, kisah sejarah ini disajikan menjadi sebuah koleksi yang dapat dengan mudah dipahami dan dimaknai, sehingga menjadi pengingat untuk berbuat lebih baik bagi pemakai dan juga pembuatnya.

Sewindu Tribun Jogja, Bertekad Jadi Media Rujukan dalam Era Revolusi Industri 4.0

"Kami berkomitmen tidak hanya menyuguhkan sebuah karya batik saja, namun juga menarasikan pesan sejarah Nusantara dan Islam dunia pada setiap koleksi di balik setiap motif batik," ujarnya, Kamis (2/5/2019).

Nilai-nilai inilah yang dijadikan ciri khas dan pakem utama dalam mengembangkan motif dan desain.

Dalam ajang Muslim Fashion Festival 2019 kali ini, Iffah M Dewi dan kaji Habeb menampilkan karya yang bercerita tentang Kisah Fariduddin At tar dalam pencarian diri menuju RabbNya yang bertajuk “Mantiq Attair”.

"Fariduddin Attar seorang sufi sekaligus guru yang melahirkan banyak karya syair yang terkenal sampai saat ini. Kami menggambarkan kisah perjalanan spiritualnya yg dituliskan dalam kitabnya Mantiq Attair," kata dia.

Jejak Batik Keluarga Gan Tjioe Liam, Menjaga Kelestarian Batik Nusantara

Iffah dan Kaji Habeb mengolah elemen-elemen kisah Fariddudin Attar dan berbagai pernik perjalanan hidupnya menggunakan Batik cap khas Yogyakarta dengan warna hitam, cokelat dan merah yang dikombinasikan dan batik tulis dengan banyak warna.

Sementara itu, Kaji Habeb menambahkan, 'Mantik Attair' sangat menarik karena kisah ini memuat simbol-simbol perjalanan spiritual manusia menuju insan kamil.

"Seperti pencarian, perjalanan, menuju kesejatian memang berat dan membutuhkan kesabaran dan pengendalian diri," kata Kaji Habeb.

Kisah-kisah lainnya yang ada dalam koleksi bertajuk “Mantiq Attair” ini juga digambarkan dengan warna-warna khas Persia kuno yang dominan merah, hitam, cokelat dan beberapa warna warna cerah, seperti kuning, pink, biru. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved