Proses Rekapitulasi Suara Kecamatan Depok dan Kalasan di Sleman Masih Belum Rampung

Rapat yang digelar di Aula Bappeda Sleman tersebut diikuti oleh jajaran Bawaslu, PPK, hingga saksi peserta Pemilu 2019.

Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - KPU Sleman resmi memulai rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten pada Kamis (02/05/2019) ini.

Rapat yang digelar di Aula Bappeda Sleman tersebut diikuti oleh jajaran Bawaslu, PPK, hingga saksi peserta Pemilu 2019.

Meskipun demikian, Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, mengatakan masih ada dua kecamatan yang belum menyerahkan laporan rekapitulasi suara tingkat PPK.

"Kecamatan Depok dan Kalasan sampai saat ini masih memproses penghitungan suaranya," ujar Trapsi di Kantor Bappeda Sleman.

Beberapa waktu lalu, Trapsi mengatakan ada 3 kecamatan yang belum menyerahkan dokumen C1 yaitu Gamping, Depok, Kalasan.

Meskipun demikian, Gamping telah menyerahkan laporan sebelum rapat pleno tingkat kabupaten digelar.

Menurut Trapsi, lamanya proses rekapitulasi suara di Depok dan Kalasan lantaran bebannya yang berbeda dengan kecamatan lain.

"Depok saja masih ada 7 TPS di Desa Caturtunggal yang melakukan penghitungan suara," ungkap Trapsi.

Terpisah, Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa, menyatakan tidak mempermasalahkan dimulainya rapat pleno tingkat kabupaten, meski masih ada kecamatan yang belum menyerahkan laporannya.

Namun ia sudah meminta KPU Sleman agar menentukan penyelesaian rekapitulasi suara di dua kecamatan tersebut, mengikuti rampungnya proses di tingkat kabupaten.

"Jadi saat rapat pleno tingkat kabupaten selesai, rekapitulasi suara di Depok dan Kalasan juga selesai di saat yang sama," kata Karim. (*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved