Breaking News:

Pemilu 2019

Penyelenggaraan Pemilu Banyak Memakan Korban Jiwa, Rumah Indonesia Usulkan Hari Berkabung Nasional

Penyelenggaraan Pemilu Banyak Memakan Korban Jiwa, Rumah Indonesia Usulkan Hari Berkabung Nasional

Tribun Jogja/Wahyu Setiawan Nugroho
Sejumlah perwakilan Rumah Indonesia bersama Pimpinan Bawaslu DIY saat berdoa bersama dan mengibarkan bendera setengah tiang di halaman Kantor Bawaslu DIY, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Rumah Indonesia menyampaikan pandangan kebangsaannya terkait penyelenggaraan pesta demokrasi 2019 kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, Kamis (2/4/2019).

Dalam pandangannya, Rumah Indonesia menilai penyelenggaraan pemilu tahun ini cukup memprihatinkan terbukti dengan banyaknya korban jiwa baik dari petugas pemungutan suara, jajaran TNI Polri hingga petugas lainnya.

Update Situng KPU Pukul 13.15 WIB: Jokowi Raih 52,8 Juta Suara, Prabowo 41,4 Juta Dukungan

Ni'matul Huda, Anggota Rumah Indonesia mengatakan konstitusi harusnya memberikan kewajiban pokok untuk melindungi keselamatan warga, tanpa terkecuali. Negara wajib melindungi segenap warga negaranya.

Ni'matul menjelaskan keselamatan seluruh warga, adalah hak dasar adanya kekuasaan sebuah negara. Atas dasar itulah Rumah Indonesia menilai negara wajib hadir saat jumlah korban jiwa semakin bertambah dalam proses pesta demokrasi ini.

Fakta Ijtima Ulama 3: Minta KPU Diskualifikasi Jokowi-Maruf hingga Pidato Rizieq Shihab

"Kami minta keseluruhan pihak, terutama otoritas yang berwenang secara konstitusi, untuk menyatakan bahwa bangsa dalam suasana berkabung atas korban yang jatuh, yang ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang. Sebagai bangsa, kita harus berdoa, semoga yang berpulang mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT, dan yang sakit segera pulih kembali," katanya kepada media usai bertemu Bawaslu DIY.

Ni'matul melanjutkan, Rumah Indonesia meminta agar penanganan para korban diambil alih oleh negara, terutama yang kini masih terbaring sakit.

"Mereka membutuhkan jenis penanganan medis yang memadai dan agar masalah kesehatan yang mereka alami tidak menjadi tanggung jawab pribadi dan keluarga," tambahnya.

Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2019 via Pemilu2019.kpu.go.id, Update Real Count KPU

Pandangan lain yang diutarakan oleh Rumah Indonesia yakni meminta agar kejadian luar biasa ini, diselidiki secara benar. Negara harus mempunyai informasi akurat, kata Ni'matul, apa sebenarnya yang sedang telah terjadi sehingga memakan korban demikian besar.

"Oleh sebab itu, perlu dibentuk suatu Panitia Penyelidik Sebab-sebab Tragedi Kemanusiaan tersebut. Jika dibutuhkan untuk menjaga independensi Panitia Penyelidik tersebut, dapat melibatkan elemen masyarakat sipil, atau bahkan WHO," katanya.

Dalam penyampaian aspirasi tersebut, pihak Rumah Indonesia yang diikuti oleh puluhan anggota senior diterima langsung oleh sejumlah pimpinan Bawaslu DIY. Pertemuan ini bersifat terbuka dan diwarnai dengan simbolis pengibaran bendera setegah tiang dan doa bersama di halaman Bawaslu DIY.( Tribunjogja I Wahyu Setiawan Nugroho)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved