Bawaslu Sleman Temukan Selisih Pemilih dan Perolehan Suara di Sejumlah TPS Kalasan dan Depok

Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa, mengatakan ada selisih jumlah antara pemilih dan surat suara yang tercoblos.

Bawaslu Sleman Temukan Selisih Pemilih dan Perolehan Suara di Sejumlah TPS Kalasan dan Depok
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman menemukan kejanggalan di sejumlah TPS yang berada di Kecamatan Depok dan Kalasan.

Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa, mengatakan ada selisih jumlah antara pemilih dan surat suara yang tercoblos.

"Ini terjadi di TPS 88 Caturtunggal, Depok. Lainnya di Kalasan yaitu TPS 55, 66, dan 43," ungkap Karim di Kantor Bappeda Sleman, Kamis (02/05/2019).

Menurut Karim, kejanggalan ini turut berdampak pada lamanya proses rekapitulasi suara tingkat kecamatan atau PPK.

Petugas Bawaslu Sleman juga diterjunkan untuk melakukan investigasi.

Meskipun demikian, Karim masih belum bisa memastikan penyebab terjadinya selisih jumlah suara tersebut.

Sebab hingga saat ini proses pencermatan dan investasi masih terus berjalan.

"Kami juga berkoordinasi dengan Bawaslu DIY untuk investigasinya," katanya.

Karim juga menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan KPU Sleman terkait masalah tersebut.

Nantinya KPU Sleman akan memberikan keputusan, apabila telah menemukan akar permasalahan dari perbedaan jumlah suara dengan pemilih di Kalasan dan Depok.

"KPU Sleman juga akan melapor ke KPU RI melalui KPU DIY," kata Karim. (*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved