Pendidikan

4.483 Peserta Menari Bersama dalam UNY nJATHIL #1

Dengan kegiatan yang dihadirkan pada hari ini, diharapkan bisa membangkitkan kembali nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda Indonesia.

4.483 Peserta Menari Bersama dalam UNY nJATHIL #1
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Rektor UNY saat nJATHIL bersama seluruh civitas akademika UNY dan peserta dari luar UNY dalam even UNY nJATHIL#1, yang diselenggarakan pada Kamis (2/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Ada yang berbeda dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus Dies Natalis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun ini, kali ini para civitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, kepala jurusan, dekan sampai dengan Rektor UNY sedari pagi berkumpul di Lapangan Hoki UNY pada Kamis (2/5/2019).

Menariknya, semua yang hadir bukan memakai baju dinas layaknya pada peringatan Hardiknas pada umumnya, mereka datang menggunakan pakaian Jathilan sekaligus membawa kuda kepang dan berdandan lengkap layaknya penari Jathilan.

Dari pantauan Tribunjogja.com, sekitar pukul 08.30 WIB, selepas memimpin upacara Hardiknas, Rektor UNY Sutrisna Wibawa mulai mempersiapkan diri mengambil peralatan Jathilannya.

Sewindu Tribun Jogja, Bertekad Jadi Media Rujukan dalam Era Revolusi Industri 4.0

Ya, dia akan bergabung dengan seluruh peserta yang sudah hadir untuk memecahkan rekor Muri ke 8995, berkenaan dengan Aksi Jathilan terbanyak yang bertepatan dengan Peringatan Dies Natalis UNY ke 55.

Iringan musik pun dimulai, ketika itu juga Sutrisna, yang juga merupakan Guru Besar Bahasa Jawa ini bergabung dengan 100 mahasiswanya, melakukan display Jathilan di tengah-tengah peserta sebagai pengantar inti kegiatan.

Aksi Sutrisna cukup menyita perhatian seluruh peserta yang hadir, pasalnya Rektor satu ini selalu tidak ingin kalah muda dengan mahasiswanya, di mana sebelumnya dia juga sempat nge-rap saat konser dengan bayaran IPK yang diselenggarakan malam sebelumnya.

Dengan sangat menggelora Sutrisna menari kesana kemari, mengikuti alunan musik dan diiringi mahasiswanya di belakang.

Selang beberapa menit, setelah display selesai suasana bertambah riuh, yang mana saat itulah semua peserta juga akan ikut menari Jathilan selama kurang lebih 3 menit.

Kuswarsantyo, Doktor Jathilan UNY sekaligus Ketua Panitia mengungkapkan, perlu waktu 1,5 bulan untuk mempersiapkan kegiatan yang dinamakan UNY nJATHIL #1 ini, dimana pihaknya secara khusus membentuk tim yang disebar ke setiap fakultas dan unit untuk melatih menari Jathilan di setiap hari Jumat.

Kembali Dapat Piagam, UNY Sudah Pecahkan 6 Rekor Muri

Untuk koreografi sendiri, dia melakukan aransemen dengan mengembangkan tradisi Jathilan semi senam, sehingga terbentuk Jathilan Kreasi Baru yang tariannya cukup mudah dilakukan para peserta.

Dia menuturkan jika pemilihan Jathilan sendiri berdasarkan atas keunikannya dan juga karena Jathilan merupakan kesenian rakyat, dimana UNY sebagai Perguruan Tinggi juga patut melestarikannya.

"UNY merupakan universitas yang berpihak kepada masyarakat, merakyat, jadi kita pilih Jathilan. Awalnya kita target 3500 peserta, tapi ini ada 4483 peserta. Animo sangat luar biasa. Semua civitas akademika disini, yang menarik ada rombongan guru besar yang naik kuda, Rektor dosen setiap prodi 10 orang minimal, mahasiswa dan juga ada yang dari luar UNY. Baik koreografi dan musik juga aransemen baru," terangnya.

Dia menyebutkan jika nantinya Jathilan ini akan dilakukan setiap tahunnya, yang mana Seni Jathilan atau Kuda Kepang sendiri bagi sebagian besar masyarakat di Jawa dan DIY khususnya, sudah dikenal sebagai pertunjukan yang merakyat.

"Esensi dari jathilan sebenarnya bukan hanya ndadi, tetapi aspek koreografi atau penataan tari dengan desain kostum dan iringan yang bervariasi. Tema cerita pun sangat bervariasi, tergantung kebutuhan untuk acara apa jathilan itu dipentaskan," ungkapnya.

UNY Pecahkan Rekor MURI Pentas Jathilan dengan 4.483 Penari

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa mengatakan jika Jathilan pada kegiatan ini memang dituangkan secara singkat padat namun sarat pesan di dalamnya.

Sutrisna menjelaskan jika Jathilan sendiri merupakan kesenian di Jawa yang menggambarkan prajurit di Indonesia.

"Jathilan kesenian tertua di Jawa yang melambangkan keprajuritan, inilah prajurit UNY yang siap mengembangkan ilmu pengetahuan dan mempertahankan negara kesatuan republik Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, Jathilan ini memiliki nilai kepahlawanan dan merupakan kesenian tradisional yang hampir punah.

Dengan kegiatan yang dihadirkan pada hari ini, diharapkan bisa membangkitkan kembali nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda Indonesia.

Aksi Rap Rektor UNY Menghebohkan Konser Dies Natalis Ke-55

"Sejak awal saya memiliki spirit menggelorakan kesenian Jawa. Tidak ada yang sulit, untuk gerakan yang sudah kita kenal sejak kecil, tinggal di poles dan di inovasi. Kalau yang lain latihan 1,5 bulan, saya hanya 2 minggu karena harus ke Jerman selama beberapa hari," ungkapnya.

Dina Septi Rayahu, mahasiswa semester 6 jurusan Bahasa dan Seni UNY mengaku sangat bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini.

Menurutnya ini merupakan kali pertama kampus melakukan even yang luar biasa, menari bersama banyak orang.

"Terus terang saya sangat bangga, karena even pertama juga. Kalau kesulitan mungkin karena banyak peserta, untuk menyamakannya saja. Yang lainnya tidak ada yang sulit," ungkapnya.

Dia juga mengatakan jika kegiatan semacam ini juga bisa dijadikan pengenalan kepada generasi muda, yang mana di era saat ini generasi muda cenderung kurang mengetahui seni tari yang menjadi warisan nenek moyang. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved