Pendidikan

4.483 Peserta Menari Bersama dalam UNY nJATHIL #1

Dengan kegiatan yang dihadirkan pada hari ini, diharapkan bisa membangkitkan kembali nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda Indonesia.

4.483 Peserta Menari Bersama dalam UNY nJATHIL #1
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Rektor UNY saat nJATHIL bersama seluruh civitas akademika UNY dan peserta dari luar UNY dalam even UNY nJATHIL#1, yang diselenggarakan pada Kamis (2/5/2019). 

Dia menuturkan jika pemilihan Jathilan sendiri berdasarkan atas keunikannya dan juga karena Jathilan merupakan kesenian rakyat, dimana UNY sebagai Perguruan Tinggi juga patut melestarikannya.

"UNY merupakan universitas yang berpihak kepada masyarakat, merakyat, jadi kita pilih Jathilan. Awalnya kita target 3500 peserta, tapi ini ada 4483 peserta. Animo sangat luar biasa. Semua civitas akademika disini, yang menarik ada rombongan guru besar yang naik kuda, Rektor dosen setiap prodi 10 orang minimal, mahasiswa dan juga ada yang dari luar UNY. Baik koreografi dan musik juga aransemen baru," terangnya.

Dia menyebutkan jika nantinya Jathilan ini akan dilakukan setiap tahunnya, yang mana Seni Jathilan atau Kuda Kepang sendiri bagi sebagian besar masyarakat di Jawa dan DIY khususnya, sudah dikenal sebagai pertunjukan yang merakyat.

"Esensi dari jathilan sebenarnya bukan hanya ndadi, tetapi aspek koreografi atau penataan tari dengan desain kostum dan iringan yang bervariasi. Tema cerita pun sangat bervariasi, tergantung kebutuhan untuk acara apa jathilan itu dipentaskan," ungkapnya.

UNY Pecahkan Rekor MURI Pentas Jathilan dengan 4.483 Penari

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa mengatakan jika Jathilan pada kegiatan ini memang dituangkan secara singkat padat namun sarat pesan di dalamnya.

Sutrisna menjelaskan jika Jathilan sendiri merupakan kesenian di Jawa yang menggambarkan prajurit di Indonesia.

"Jathilan kesenian tertua di Jawa yang melambangkan keprajuritan, inilah prajurit UNY yang siap mengembangkan ilmu pengetahuan dan mempertahankan negara kesatuan republik Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, Jathilan ini memiliki nilai kepahlawanan dan merupakan kesenian tradisional yang hampir punah.

Dengan kegiatan yang dihadirkan pada hari ini, diharapkan bisa membangkitkan kembali nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda Indonesia.

Aksi Rap Rektor UNY Menghebohkan Konser Dies Natalis Ke-55

"Sejak awal saya memiliki spirit menggelorakan kesenian Jawa. Tidak ada yang sulit, untuk gerakan yang sudah kita kenal sejak kecil, tinggal di poles dan di inovasi. Kalau yang lain latihan 1,5 bulan, saya hanya 2 minggu karena harus ke Jerman selama beberapa hari," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved