Breaking News:

Kota Yogya

Wakil Wali Kota Yogya Minta Pekerja Bersiap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Perayaan Hari Buruh atau May Day yang mengangkat tema May Day is Family Day di Halaman Balai Kota Yogyakarta berlangsung meriah, Rabu (1/5/2019).

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat melepas peserta gerak jalan dalam peringatan May Day di Balaikota Yogyakarta, Rabu (1/5/2019). 

Hadir juga dalam kegiatan May Day tersebut, BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada dua perwakilan ahli waris dengan total Rp 115 juta.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Ainul Khalid menjelaskan bahwa penerima santunan masing-masing adalah ahli waris dari tenaga honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta atas nama Theresia Widarni Untari sebesar Rp 24 juta dan ahli waris dari pegawai BPD DIY atas nama Aziz Munandar sebesar Rp 91,2juta.

"Selain santunan kematian, untuk Aziz Munandar juga mendapatkan santunan pensiun sebesar Rp 341.400 per bulan untuk ahli waris selama ahli waris masih hidup dan tidak menikah lagi. Kalau menikah lagi, maka akan turun ke anak hingga anak menikah atau masuk usia 23 tahun atau bekerja atau meninggal," ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto mengatakan bahwa ini merupakan tahun keempat pihaknya bersama sama dengan buruh dan pengusaha menyelenggarakan acara tersebut.

"Tujuan May Day ini untuk menjalin hubungan baik pemerintah, pekerja dan pengusaha. Selain itu juga untuk memberikan tontonan yang bermanfaat. Kita ingin menghapus image bahwa May Day diperingati dengan orasi secara parsial. Kita ingin memberikan wadah positif dan bergembira bersama," bebernya.

Peringatan May Day 2019 di Yogyakarta, Buruh Kembali Suarakan Upah Layak

Ia menambahkan, bahwa May Day tahun ini akan lebih berdayaguna, produktif, dan memberi manfaat tidak hanya pada buruh dan pengusaha saja tapi juga membawa manfaat bagi keluarga pekerja, buruh, dan masyarakat.

"Ini sesuai dengan tema yang kami angkat yakni May Day is Family Day," ungkapnya.

Rangkaian acara May Day tersebut, lanjutnya, dimulai sejak 11 April lalu yakni melalui kegiatan gathering tenaga kerja songaong era revolusi industri 4.0 yang melibatkan 120 orang dari serikat pekerja dan perusahaan.

"Kita berusaha mencari permasalahan apa terkait revolusi industri ini. Harapannya ada perubahan hubungan kerja antara buruh dan perusahaan," ucapnya.

Puncaknya, Tri Karyadi mengatakan bahwa May Day diperingati pada 1 Mei denganmendatangkan 1.500 peserta untuk untuk berpartisipasi dalam berbagai acara.

Mulai dari senam massal, gerak jalan dan yel-yel, lomba menggambar dan mewarnai, serta donor darah.

"Kita ada lomba mewarnai dan menggambar. Ada 100 peserta mewarnai, dan 50 peserta lomba menggambar. kita menggandeng peserta TK, SD, PAUD di sekitar Balaikota," jelas Tri Karyadi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved