Breaking News:

Peringatan May Day

Peringatan May Day 2019 di Yogyakarta, Buruh Kembali Suarakan Upah Layak

Peringatan May Day 2019 di Yogyakarta, Buruh Kembali Suarakan Upah Layak

Tribun Jogja/Wahyu Setiawan Nugroho
Sejumlah massa dari berbagai asosiasi buruh di DIY menggelar aksi demonstrasi memperingati May Day 2019 di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (1/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Aksi demonstrasi memperingati hari buruh internasional dilaksanakan di berbagai daerah, tak terkecuali Yogyakarta.

Massa aksi demonstrasi yang tergabung dalam Komite Aksi May Day 2019 kembali menyuarakan upah layak bagi kaum buruh yang ada di DI Yogyakarta.

Isryad Ade Irawan, Juru Bicara Komite Aksi May Day 2019 mengungkapkan aspirasi ini kembali disuarakan lantaran pemerintah saat ini dirasa belum benar-benar memperjuangkan nasib mereka.

Pihaknya menilai saat ini buruh di Yogyakarta masih berada di bawah ketentuan hidup layak dan belum mendapatkan upah layak sesuai standar kehidupan di Yogyakarta.

Wejangan Presiden Jokowi untuk Para Pekerja di Hari Buruh

Pengakuan Dua Jurnalis yang Mendapat Kekerasan saat Demo Buruh dan Klarifikasi Polisi

"Upah murah yang menjadi pilihan Pemda DIY, selain menyebabkan sukarnya buruh untuk memenuhi kebutuhan hidup layak, patut diduga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kemiskinan serta lebarnya kesenjangan sosial di DIY," sebut Irsyad kepada TribunJogja.com disela aksinya di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Irsyad membeberkan, dalam satu semester terakhir, terjadi peningkatan garis kemiskinan sebanyak 3,40 persen dari kondisi September 2017 yang besarnya Rp 396.271 per kapita per bulan.

Padahal menurut data Badan Pusat Statistik DIY, garis kemiskinan di Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta pada Maret 2018 adalah Rp 409.744 per kapita per bulan.

Tidak Kantongi Izin, Pihak Keamanan UGM Larang Front Perjuangan Rakyat Orasi di Kampus

Kendati ditemukan adanya perbaikan Garis Kemiskinan (GK), namun kenyataannya jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan DIY justru mengalami lonjakan.

Pada bulan Maret 2018, tercatat penduduk miskin di perkotaan kembali bertambah menjadi 305,24 ribu orang.

Secara persentase, pada periode September 2017 - Maret 2018 juga terdapat peningkatan penduduk miskin di wilayah perkotaan menjadi sebanyak 11,03 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved