Pelatih PSS Sebut Brian Ferreira dan Batata Telah Tunjukkan Progres Positif

Hal tersebut disampaikan Seto menilik penampilan keduanya pada laga uji coba kontra PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo

Pelatih PSS Sebut Brian Ferreira dan Batata Telah Tunjukkan Progres Positif
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Dua gelandang ekspatriat PSS Sleman, Batata dan Brian Ferreira kala tampil kontra PSIS Semarang pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (30/4/2019) kemarin 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, menilai penampilan dua pemain asingnya yaitu Brian Ferreira dan Guilherme Felipe de Castro 'Batata', telah menunjukkan progres positif.

Hal tersebut disampaikan Seto menilik penampilan keduanya pada laga uji coba kontra PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Selasa (30/4/2019) kemarin.

Pada laga tersebut, gol semata wayang Brian Ferreira melalui melalui sepakan keras mendatar usai melakukan umpan satu dua dengan Dave Mustaine mengantar Laskar Sembada menumbangkan perlawanan Mahesa Jenar.

Kendati demikian, gelandang 24 tahun itu masih harus bersabar untuk memikat hati Seto Nurdiyantoro.

Sebab, usai mendapat kritik atas penampilan pada laga melawan Badak Lampung FC, performanya masih belum sesuai harapan.

Sebab, menurut Seto kekurangan Brian Ferreira bukanlah pada kemampuan olah bola, melainkan visi bermain eks gelandang Timnas Argentina U-17 itu yang belum sesuai dengan keinginan.

"Peningkatannya memang belum signifikan, tapi ada perkembangan. Kalau dari skill dan teknik oke lah, tapi cara bermainnya harus kita ubah sedikit," ujar Seto.

Penilaian juga disampaikan Seto pada Batata, yang dinilai meningkat dari segi permainan meski belum maksimal.

"Dari awal pertandingan sampai pertengahan babak pertama sempat kacau. Evaluasi saya berkaca di laga uji coba sebelumnya ketika di tengah ada Batata dan (Nerius) Alom mungkin nggak optimal, dan kita coba dia (Batata) sendiri, secara permainan agak membaik. Ini yang harus diperbaiki," ungkap Seto.

Di lain sisi, Seto menurunkan striker asal Ukraina, Yevhen Bokhashvili, sebagai targetman.

Hanya saja, Seto masih menyayangkan minimnya variasi serangan, sehingga Yevhen beberapa kali harus turun untuk menjemput bola.

"Kami mencoba Yevhen untuk beradaptasi. Kami minim peluang, padahal kami tak ingin bertumpu pada satu orang saja. Kami harus menciptakan peluang untuk siapa saja. Kami akan terus evaluasi,” ucap Seto.

“Tapi secara keseluruhan penampilan tim lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pemain tampil lebih lepas, ada greget, dan lebih termotivasi. Semoga ini menjadi progres yang lebih baik," pungkasnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved