Yogyakarta

Nilai IPK Jadi 'Tiket Konser', Mahasiswa UNY Merasa Prestasinya Dihargai

konser ini sendiri merupakan perwujudan janji dari Rektor UNY kepada mahasiswanya sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik yang dimiliki.

Nilai IPK Jadi 'Tiket Konser', Mahasiswa UNY Merasa Prestasinya Dihargai
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Rektor UNY Sutrisna Wibawa saat disambut oleh para mahasiswa di GOR UNY, Rabu (01/05/2019) malam 

TRIBUNJOGJA.COM - Suasana GOR UNY yang sudah penuh dengan mahasiswa sejak pukul 18.00 WIB menjadi riuh saat Rektor UNY, Sutrisna Wibawa mulai memasuki kawasan GOR dan menyapa mahasiswanya.

Dari pantauan Tribunjogja.com, memakai kemeja kotak-kotak, dengan dua tangan diangkat ke atas dan raut muka gembira, Sutrisna yang datang dari samping panggung mulai berjalan ke belakang dan duduk di kursi festival, bukan kursi VIP.

Sejumlah Landmark Dunia Tersaji di Merapi Park Sleman

Teriakan mahasiswa pun semakin menggebu ketika MC mulai bertanya mengenai jumlah IPK mahasiswa yang datang ke GOR.

Konser IPK ini memang sejak sebulan lalu ditunggu oleh mahasiswa UNY, dimana konser ini sendiri merupakan perwujudan janji dari Sutrisna kepada mahasiswanya sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik yang dimiliki. 

Sementara itu, Apriliana dari Pendidikan Bahasa Inggris semester 8 mengaku sangat bahagia dengan adanya konser dengan IPK ini.

Dia yang belum pernah memiliki pengalaman nonton konser sama sekali dan biasanya tidak menyukai keramaian mengaku sayang kalau tidak memanfaatkan momen ini.

Mimpi Mahasiswa Ini Terwujud, UNY Akhirnya Gelar Konser Bertiket IPK Malam Ini

Menurutnya UNY merupakan satu-satunya universitas yang menghargai IPK para mahasiswanya, di tengah banyak yang mengatakan tidak pentingnya nilai IPK.

"Apalagi saya yang sebentar lagi tidak di UNY, sayang kalau melewatkan momen ini. IPK ada 3,8. Ini merupakan bentuk penghargaan UNY kepada prestasi mahasiswanya," katanya.

April mengaku tidak menyangka jika Rektor sangat cepat sekali merespon keinginan mahasiswanya, dimana awalnya DM yang ditujukan kepada rektor baru dilakukan beberapa bulan lalu.

"Bisa jadi contoh universitas lain. Cepat respon, kayaknya baru Maret atau Februari viralnya, dan ini di bulan Mei sudah diwujudkan. Kalau yang memiliki IPK kurang dari 2,75 bisa jadi pemacu agar lebih baik lagi," terangnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved