Pendidikan

Mendikbud RI Buka Pameran Pekan Pendidikan Jogja 2019 di Museum Benteng Vredeburg

Pembukaan pameran ditandai dengan pelepasan jemparing (anak panah) oleh Mendikbud.

Mendikbud RI Buka Pameran Pekan Pendidikan Jogja 2019 di Museum Benteng Vredeburg
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy ketika melepaskan anak panah saat membuka pameran Pekan Pendidikan Jogja 2019. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membuka pameran Pekan Pendidikan Jogja 2019 di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pada Rabu (1/5/2019).

Pembukaan pameran ditandai dengan pelepasan jemparing (anak panah) oleh Mendikbud.

Dari pantauan Tribunjogja.com, Muhadjir yang mengenakan lurik berwarna cokelat, jarik dan lengkap dengan blangkon itu duduk menyamping sambil bersila.

Sejumlah Landmark Dunia Tersaji di Merapi Park Sleman

Ia tampak bersemangat ketika menarik gendewa (busur) dan melepaskan anak panah itu satu per satu.

Satu dari tiga anak panah yang ia lesatkan itu akhirnya tepat pada sasaran.

Ia mengatakan, jemparingan ini merupakan pengalaman pertama baginya.

"Satu dua kali (melesat). (Jemparingan) pengalaman, pertama agak susah. Tapi yang terakhir kan bisa tepat sasaran," ujar Mendikbud usai membuka Pekan Pendidikan Jogja.

Era Industri 4.0, Menjadi Tantangan Bagi Pendidikan Agama

Kehadiran Mendikbud di Benteng Vredeburg juga disambut meriah oleh ratusan siswa yang menampilkan parade marching band.

Pekan Pendidikan Jogja yang berlangsung pada 1-4 Mei 2019 ini digelar untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar oleh UPT Kemendikbud se-DIY.

Dalam sambutannya, Mendikbud mengatakan, di Yogyakarta telah lahir tokoh-tokoh besar yang
mewarnai arah perjalanan bangsa Indonesia, salah satunya Ki Hadjar Dewantara.

"Begitu besarnya pengaruh Ki Hadjar Dewantara ini  sehingga pemerintah telah menetapkan pada kelahiran beliau ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional. Artinya di samping beliau tokoh Pahlawan Nasional beliau juga Bapak Pendidikan Nasional Republik Indonesia," kata Mendikbud. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved