KPU Sleman Sudah Ajukan Laporan ke KPU RI Terkait Santunan Bagi KPPS

Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, mengatakan pihaknya sudah mengajukan laporan ke KPU RI, melalui KPU DIY.

KPU Sleman Sudah Ajukan Laporan ke KPU RI Terkait Santunan Bagi KPPS
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Kotak suara untuk Pemilu 2019 saat digunakan dalam simulasi beberapa waktu lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Para Anggota KPPS yang mengalami kejadian selama pelaksanaan Pemilu 2019 lalu dipastikan akan mendapatkan santunan. Hal tersebut juga akan berlaku di Kabupaten Sleman.

Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, mengatakan pihaknya sudah mengajukan laporan ke KPU RI, melalui KPU DIY.

"Laporannya berisi data petugas KPPS yang mengalami kejadian. Nanti akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan RI," ujar Trapsi di Kantor KPU Sleman, Rabu (01/05/2019).

Trapsi memaparkan, berdasarkan data yang dimiliki KPU Sleman terdapat 17 petugas KPPS yang mengalami kejadian. 13 orang mengalami sakit, kelelahan, hingga kecelakaan. Sementara 4 orang diketahui meninggal dunia.

4 petugas KPPS tersebut berasal dari Kecamatan Kalasan, Depok, Sleman, dan Ngaglik.

"3 meninggal di rumah sakit, sedangkan 1 meninggal di kediamannya," kata Trapsi.

Melansir situs resmi Sekretariat Kabinet RI, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani menyetujui pemberian santunan kepada petugas KPPS di seluruh Indonesia.

Keputusan tersebut tercantum dalam Surat Menkeu RI S-316/KMK.02/2019.

Besaran santunan yang diberikan mulai dari Rp36 juta bagi yang meninggal dunia, Rp30,8 juta bagi cacat permanen, Rp16,5 juta untuk luka berat, dan Rp8,250 juta untuk luka sedang.

"Ini berlaku sejak Januari untuk petugas ad hoc KPU hingga berakhirnya masa kerja," demikian tertulis dalam surat bertanggal 25 April 2019 tersebut. (*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved