NASA Ingatkan Potensi Asteroid Besar Menabrak Bumi

Administrator NASA Jim Bridenstine percaya asteroid bertabrakan dengan bumi bukanlah sesuatu yang hanya ada di film-film fiksi ilmiah semata.

Penulis: Rina Eviana | Editor: Rina Eviana
Getty Image
NASA Ingatkan Potensi Asteroid Besar Menabrak Bumi 

NASA Ingatkan Potensi Asteroid Besar Menabrak Bumi

TRIBUNJOGJA.COM - Administrator NASA Jim Bridenstine percaya asteroid bertabrakan dengan bumi bukanlah sesuatu yang hanya ada di film-film fiksi ilmiah semata. 

Dengan kata lain ke depan ada potensi asteroid yang akan menabrak bumi dan bisa saja menimbulkan kerusakan besar.

Dilansir dari Daily Mail, Bridenstine menjelaskan alasan mengapa AS harus memperkuat pertahanannya terhadap kemungkinan asteroid menanrak bumi pada hari Senin di Konferensi Pertahanan Planetary 2019 di Washington, D.C.

 
NASA, Badan Manajemen Darurat Federal dan pihak-pihak lain akan melakukan latihan pertahanan dalam sebuah konferensi untuk mensimulasikan bagaimana jadinya jika asteroid langsung menuju bumi.

 
"Kami harus memastikan bahwa orang-orang mengerti bahwa ini bukan tentang Hollywood, ini bukan tentang film," kata Bridenstine pada konferensi tersebut.

 
"Ini tentang melindungi satu-satunya planet yang kita tahu, saat ini, untuk menampung kehidupan dan itu adalah planet bumi,"

 
Dia menyebut Chelyabinsk Event sebagai bukti  keseriusan untuk menghadapi potensi peristiwa ini asteroid menabrak bumi yang suatu saat bisa saja terjadi.

 
Meteor yang terbakar jatuh ke bumi pernah melintasi pegunungan Ural selatan pada Februari 2013. Peristiwa itu merupakan meteor jatuh ke bumi terbesar yang tercatat lebih dari satu abad, setelah peristiwa Tunguska tahun 1908.

Lebih dari 1.600 orang terluka akibat gelombang kejut ledakan. Kekuatan ledakannya diperkirakan sekuat 20 bom atom Hiroshima.

 
Peristiwa semacam itu diperkirakan terjadi sekali setiap 60 tahun. Bridenstine mengatakan meteor jatuh ke bumi telah terjadi tiga kali dalam 100 tahun terakhir.

 
Melihat hal itu, ia mengatakan peristiwa serupa bisa terjadi dalam hidup kita ke depan.

 
"Saya sebut peristiwa ini luar biasa unik," kata Bridenstine. "Tapi sebenarnya tidak."

 
Bridenstine mengatakan pertahanan bumi sama pentingnya dengan tujuan NASA lainnya, seperti mendaratkan manusia di bulan.

 
Dia menambahkan bahwa NASA sedang bekerja untuk mendeteksi dan melacak 90 persen asteroid terdekat yang berukuran 459 kaki atau lebih besar, yang dapat menyebabkan kerusakan fatal pada saat tabrakan.

Bagian dari upaya NASA untuk mempertahankan bumi terhadap asteroid, termasuk misi Double Asteroid Redirection Test (DART), yang dijadwalkan akan lepas landas pada Juni 2021 dan termasuk bantuan dari SpaceX milik Elon Musk.

Misi inovatif akan menjadi upaya pertama yang ditunjukkan untuk membelokkan asteroid dengan cara menabrakkan objek ke asteroid sasaran dengan kecepatan tinggi.

Setelah diluncurkan dari pangkalan Angkatan Udara Vandenberg California di atas roket Falcon 9 pada 2021, pesawat DART diharapkan mencapai objek Didymos pada Oktober 2022, ketika jaraknya 6,8 juta mil (11m km) dari bumi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved