Kriminal

Kronologi Penyekapan Warga Magelang, Korban Linglung Seusai Disuguhi Teh dan Mi Instan

Kecubung dikenal masyarakat sebagai tanaman yang memabukan dan bila dikonsumsi bisa menimbulkan halusinasi.

Kronologi Penyekapan Warga Magelang, Korban Linglung Seusai Disuguhi Teh dan Mi Instan
Tribunjogja.com | Santo Ari
apolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi memaparkan, terungkapnya kasus penyekapan dengan menggunakan kecubung,Senin (29/4/2019) 

"Hp korban dijual, motornya dibuang di daerah Gowongan. Saat disekap, korban sempat diikat dengan kabel tis, mulut disumpal kain. Ketika akan sadar, ia dicekoki teh kecubung lagi," tambahnya.

Kapolsek mamaparkan, motor milik korban dibuang agar pelaku memiliki alibi saat mengantarkan korban pulang ke Magelang.

Manfaatkan Kecubung, Pria Asal Gunungkidul Rampas Harta Korbannya
Manfaatkan Kecubung, Pria Asal Gunungkidul Rampas Harta Korbannya (TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari)

"Tersangka mengaku menemukan korban dalam keadaan linglung di sekitar Hartono Mal. Motor korban dibuang untuk menguatkan alibinya," tambahnya.

Aksi pelaku dapat diungkap oleh kepolisian. Dan saat ini ia mendekam di ruang tahanan Polsek Ngaglik.

Berdasarkan pengembangan penyelidikan, ada korban lain yang terperdaya modusnya.

Di bulan Januari kemarin ia menghubungi seorang tukang reparasi kompor gas.

Ia menyuguhkan menu serupa kepada korban, sehingga korban kehilangan sepeda motornya.

Sementara itu, saat dinterogasi petugas Yoyok mengatakan bahwa ide membuat ramuan kecubung ini adalah berdasarkan pengalamannya.

"Dari pengalaman, dulu pernah nyoba. Kecubungnya juga di dapat di depan rumah tetangga," ujarnya.

Ia mengakui, uang hasil menjual dua ponsel dipakainya untuk memberi makanan korban saat di penyekapan, dan merental mobil untuk keperluannya pulang ke Gunungkidul.

Atas perbuatannya, Yoyok diancam pasal 333 KUHP tentang penyekapan dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara. Selain itu dia dijerat juga dengan pasal pencurian.( Tribunjogja.com | Santo Ari )

Penulis: nto
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved