Kulon Progo

Awal Mei, Pemkab Kulon Progo Tertibkan Tambak Udang Selatan YIA, Akan Ditanami Cemara Udang

Awal Mei, Pemkab Kulon Progo Tertibkan Tambak Udang Selatan YIA, Akan Ditanami Cemara Udang

Awal Mei, Pemkab Kulon Progo Tertibkan Tambak Udang Selatan YIA, Akan Ditanami Cemara Udang
IST
Landasan pacu Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon, Kulonprogo, 2019 

Awal Mei, Pemkab Kulon Progo Tertibkan Tambak Udang Selatan YIA, Akan Ditanami Cemara Udang

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pembangunan kawasan sabuk hijau (green belt) di selatan bandara Yogyakarta International Airport (YIA) bakal dimulai awal Mei 2019 ini.

Dimulai dengan penataan lahan pantai selatan oleh PT Angkasa Pura I bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Pelaksana Tugas (PTS) General Manager YIA PT AP I, Agus Pandu Purnama mengatakan pembangunan green belt akan dimulai pada 2 Mei 2019 dengan penanaman pohon cemara udang.

Hal ini disebutnya membawa konsekuensi menggusur tambak-tambak udang yang ada di kawasan lahan tersebut.

Tambak udang itu besifat liar karena tak memiliki izin dari pemerintah daerah dan harus digusur untuk keperluan pembangunan sabuk hijau tersebut.

Pertamina Pastikan Telah Siap Layani Pasokan Avtur di Bandara YIA Kulonprogo

Menilik Fasilitas Mewah Bandara YIA Kulonprogo, Punya Runway Terpanjang Hingga Masjid Berkonsep Unik

"Lahan tambak yang boleh dikatakan liar dan tanpa izin ini akan diratakan. Perataan menjadi domain pemerintah daerah," kata Pandu, Selasa (30/4/2019).

Area pantai di selatan YIA tersebut rencananya akan ditanami pohon cemara udang sebagai pohon endemik di kawasan tersebut.

Pandu mengatakan, pihaknya menyiapkan sekitar 2.000 batang bibit pohon untuk masa awal penanaman.

Adanya vegetasi ini diharapkan bisa menjadi penghalang pergerakan pasir pantai yang berpotensi mengganggu operasi penerbangan. Landasan pacu YIA memang berjarak cukup dekat dari garis pantai sekitar satu kilometer.

Selain itu, sabuk hijau juga berfungsi untuk mereduksi daya rusak ketika terjadi gelombang tinggi, termasuk tsunami. Pandu mengatakan, terminal YIA dirancang untuk mampu bertahan dari terjangan gelombang tsunami setinggi 12 meter. Adapun lantai dua terminal itu berada pada ketinggian 15 meter.(tribunjogja I Singgih Wahyu)

Penulis: ing
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved