Pemilu 2019

Kisah Tukang Sol Sepatu Asal Gunungkidul yang Gagal jadi Anggota DPRD, Kalah Dengan 'Serangan Fajar'

Kisah Tukang Sol Sepatu Asal Gunungkidul yang Gagal jadi Anggota DPRD, Kalah Dengan 'Serangan Fajar'

Kisah Tukang Sol Sepatu Asal Gunungkidul yang Gagal jadi Anggota DPRD, Kalah Dengan 'Serangan Fajar'
Tribun Jogja/ Wisang Seto Pangaribowo
Tri Nugroho, tukang sol sepatu di Kota Wonosari yang gagal menjadi anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul periode 2019-2024 kembali menjalani profesinya 

Kisah Tukang Sol Sepatu Asal Gunungkidul yang Gagal jadi Anggota DPRD, Kalah Dengan 'Serangan Fajar'

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dwi Handoko, pria paruh baya yang sehari-hari berprofesi menjadi tukang sol sepatu harus gigit jari lantaran niatnya menjadi calon legislatif gagal.

Suara yang ia peroleh tak mampu mengantarnya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul periode 2019-2024.

Sehari-hari, Handoko bekerja sebagai tukang sol sepatu di seberang Pasar Argosari Wonosari.

Tempat usaha sol sepatu milik Handoko ini berada di ujung gang. Tempat usahanya hanya sederhana, dan hanya berada di tepi jalan.

Santunan bagi Petugas KPPS Meninggal Dunia Rp 36 Juta, Sakit Mulai Rp 8,25 juta

Di ujung gang tersebut ia taruh satu rak sepatu yang cukup besar untuk menampung sepatu-sepatu milik pelanggan.

Dengan raut muka kecewa ia menceritakan niatnya untuk menjadi wakil rakyat gagal, lantaran banyaknya caleg yang melakukan serangan fajar di dearahnya.

Alhasil, perolehan suara untuk dirinya tergolong minim dan tak mampu mengantarkan dirinya menjadi wakil rakyat.

'Serangan fajar' yang dilakukan oleh caleg menurut Handoko membuatnya gagal mendapatkan suara. Bahkan di tempat tinggalnya, dirinya tidak mendapatkan satu suara pun.

Real Count Situng KPU Lebih 50%: Jokowi-Maruf Raih 43,5 Juta Suara, Prabowo-Sandi 33,9 Juta Suara

"Banyak daerah saya yang kena serangan fajar dan mereka lebih memilih yang memberi uang dari pada yang tidak, kalau saya kan memang dari awal modalnya nol selama saya nyaleg," ceritanya kepada Tribunjogja, Senin (29/4/2019).

Dwi mengatakan, ia memperoleh suara sebanyak 700 di daerah ia mencalonkan diri tepatnya di Dapil 1 Gunungkidul.

"Saya sempat diundang ke Mata Najwa sepertinya itu juga sangat berpengaruh dengan perolehan suara saya. Saya juga tidak menyangka dapat meraih suara sebanyak 700 kemungkinan saat diundang acara itu suara saya terdongkrak," ujarnya. (tribunjogja I Wisang Seto Pangaribowo)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved