Kapolda DIY Tak Permasalahkan Izin Pertandingan Liga 1 2019 yang Kick Off Saat Ramadan

Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri, telah memastikan bahwa pihaknya membuka izin pertandingan

Kapolda DIY Tak Permasalahkan Izin Pertandingan Liga 1 2019 yang Kick Off Saat Ramadan
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri saat memantau pelaksanaan pemungutan suara di TPS 15 Panembahan Yogyakarta, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sesuai dengan jadwal terbaru yang dirilis PT LIB, kick off Liga 1 2019 bakal digulirkan saat memasuki bulan Ramadan.

Tapi, kontestan kompetisi kasta tertinggi itu, terutama yang bermarkas di DIY, rasanya tidak perlu merisaukan masalah perizinan.

Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri, telah memastikan bahwa pihaknya membuka izin pertandingan yang berlangsung di wilayahnya selama bulan Ramadan.

Menurutnya, kompetisi merupakan bagian dari pembinaan sepak bola, sehingga tidak bisa dikesampingkan.

"Saya kira kompetisi ini bagian dari program sepak bola kita. Jadi, ya tidak ada masalah, walaupun itu di bulan puasa. Apalagi, pertandingannya kan setelah Salat Tarawih, tidak mengganggu ibadah juga," katanya, Senin (29/4/2019).

Sekadar informasi, intensitas pertandingan sepakbola di DIY dalam musim kompetisi nanti, memang sangat tinggi.

Bagaimana tidak, di provinsi ini, bercokol dua kesebelasan profesional yang berlaga di Liga 1 dan Liga 2, yakni PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Selain itu, terdapat pula Persiba Bantul, yang masih tertahan di Liga 3 musim ini.

Belum lagi, beberapa tim Liga 1 berstatus 'musafir' yang telah menyatakan bakal bermarkas di Yogyakarta untuk kompetisi tahun 2019, layaknya Kalteng Putra dan  Persipura Jayapura. 

Lebih lanjut, Kapolda pun meminta, supaya tidak perlu memunculkan sebuah kekhawatiran berlebihan dengan digelarnya pertandingan sepakbola ketika memasuki bulan suci bagi umat Islam nanti.

Pasalnya, aparat keamanan telah siap dengan segala kemungkinan.

Terlebih, ia menilai, pertandingan sepakbola dapat dimanfaatkan untuk mencairkan suasana usai Pemilu 2019, yang sudah selesai digelar.

Dengan dimulainya kembali kompetisi ini, ketegangan antar pendukung kontestan pesta demokrasi tersebut, bisa mereda.

"Sepak bola itu kan bisa mencairkan tingkat ketegangan masyarakat. Saat Pemilu kemarin kan masing-masing kubu muncul perbedaan. Nah, kalau ada pertandingan sepakbola, lalu nonton bareng, semoga bisa cair kembali suasana panas tadi," pungkasnya. (*)

Penulis: aka
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved