Pendidikan

ISI Yogyakarta Tampilkan Kecerdasan Buatan dalam Seni di Era Revolusi Industri 4.0

Dies natalis tahun ini, ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni mengusung tema "Kecerdasan Buatan dalam Seni di Era Revolusi Industri 4.0".

ISI Yogyakarta Tampilkan Kecerdasan Buatan dalam Seni di Era Revolusi Industri 4.0
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Rektor ISI Yogyakarta Prof. Dr. M. Agus Burhan (batik paling kanan) saat jumpa pers terkait Dies Natalis ke-35 di gedung Isi Yogyakarta, Senin (29/4/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan menggelar perayaan hari kelahiran atau Dies Natalis ke-35 pada 29 Mei 2019 mendatang.

Dies natalis tahun ini, ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni mengusung tema "Kecerdasan Buatan dalam Seni di Era Revolusi Industri 4.0".

Rektor ISI Yogyakarta Prof Dr M Agus Burhan mengatakan tema revolusi industri 4.0 sengaja diangkat sebagai refleksi berdasarkan fenomena yang terjadi di Indonesia dan dunia.

Sewindu Tribun Jogja, Bertekad Jadi Media Rujukan dalam Era Revolusi Industri 4.0

Menurut dia, revolusi industri 4.0 merupakan integrasi antara dunia internet secara daring dengan dunia usaha atau produksi di sebuah industri yang mempu mendukung semua bidang, termasuk satu di antaranya dalam dunia akademik.

"Artinya, semua proses kegiatan akademik ditopang dengan kemajuan teknologi informasi yang serba otomatis," kata Agus, saat jumpa pers di Kampus ISI Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km 6,5 Kabupaten Bantul, Senin (29/4/2019).

Menurut Agus, ada lima teknologi utama yang akan mendukung implementasi dari Industri 4.0 yaitu internet of things, artificial intelligence, human-machine interface, robot dan teknologi sensor serta teknologi percetakan 3D.

Adapun artificial intelligence atau kecerdasan buatan saat ini, kata Agus bergerak dan mengalami kemajuan sangat pesat di berbagai bidang kehidupan manusia.

Seniman Asal Gunungkidul Ini Manfaatkan Limbah Kayu Palet Jadi Media Lukis

Dengan menggabungkan kecerdasan buatan dan kecerdasan alami manusia maka potensi individu dapat menjadi lebih maksimal.

Sangat memungkinkan mampu mendapatkan pencapaian yang luar biasa.

Sebagai lembaga seni yang menghasilkan produk-produk seni, ISI Yogyakarta menurut dia harus mampu menangkap perubahan revolusi industri 4.0.

Sebab itu, dengan tema kecerdasan buatan dalam seni di revolusi industri 4.0 pada Dies Natalis ke-35 atau lustrum ke-VIII.

"ISI Yogyakarta perlu melakukan peningkatan dan pengembangan terkait teknologi informasi yang didukung oleh sarana prasarana serta sumber daya Manusia yang berkompeten dibidangnya," tutur dia.

ISI Yogyakarta Mewisuda 318 Wisudawan-Wisudawati

Ketua Dies Natalis ke-35 ISI Yogyakarta, Dr Prayanto Widyo Harsanto mengatakan serangkaian kegiatan akan diselenggarakan untuk memeriahkan dies Natalis ke-35 sebagai implementasi dari tema yang diusung.

Di antaranya pameran seni rupa dan fotografi, pergelaran seni pertunjukan, penayangan televisi, film dan animasi, gelar produk PMW-PKM, pameran karya industri kerajinan dan seni, seminar internasional, pagelaran musik teater musikal, peluncuran buku lustrum hingga lomba kesenian diberbagai bidang seni setiap fakultas.

"Ini sebagai upaya untuk mengajak dan merangsang peran serta civitas akademika bersama masyarakat luas dalam mengapresiasi seni. Harapannya bisa memberikan inspirasi untuk menyongsong era revolusi industri 4.0," kata dia. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved