Warga Sosromenduran Yogyakarta Gelar Tradisi Ruwahan Apem Massal Sambut Bulan Ramadan

Tradisi Ruwahan Apem Massal sendiri merupakan tradisi untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.

Warga Sosromenduran Yogyakarta Gelar Tradisi Ruwahan Apem Massal Sambut Bulan Ramadan
Tribun Jogja/ Siti Umaiyah
Warga Sosromenduran Yogyakarta saat mengikuti Tradisi Ruwahan Apem Massal di Kelurahan Sosromenduran pada Sabtu (27/4/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ibu-ibu yang ada di Kelurahan Sosromenduran meramaikan Tradisi Ruwahan Apem Massal.

Tradisi Ruwahan Apem Massal sendiri merupakan tradisi untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.

Kegiatan ini sendiri juga mengusung harapan agar umat Islam bisa menjalankan puasa tahun ini tanpa adanya halangan apapun.

Suliken Ardiyanti, seorang warga RW 08 RT 32 Sosromenduran menjelaskan jika dari sebelum hari H, dirinya dan ibu-ibu satu kelompoknya sudah sibuk mempersiapkan adonan untuk membuat apem.

Menurutnya, tradisi ini sudah dilakukan selama beberapa tahun, dimana setiap RT dari 54 RT yang ada di Sosromenduran saling gotong royong membuat apem.

"Dari kemarin sudah ramai-ramai bikin adonan. Tapi kalau nyetaknya baru disini. Setiap tahun ada acara seperti ini. Kita nguri-nguri budaya Jawa, bagus untuk gotong royong," terangnya.

Dia menyampaikan jika apem sendiri memiliki makna ampunan.

Selain apem, ada juga sajian ketan, yang mengandung makna mempererat persaudaraan dan kolak yang bermakna pencipta.

Lurah Sosromenduran, Agus Joko Mulyono, menjelaskan jika kegiatan Tradisi Ruwahan Apem Massal ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Selain untuk nguri-nguri kebudayaan dan menyambut datangnya bulan Ramadan, kegiatan ini juga digunakan sebagai sarana mengakrabkan para warga.

Bukan hanya itu, kegiatan yang dilakukan bersama-sama tersebut juga sebagai sarana menarik wisatawan, yang mana Sosromenduran sendiri merupakan kelurahan yang berada di pusat kota Yogyakarta.

"Kita ingin mengenalkan budaya nenek moyang ke anak-anak. Kelurahan kita sendiri memiliki potensi yang sangat besar, dimana kita berada tepat di jantung kota. Untuk itu dengan kegiatan ini kita harapkan bisa menarik para wisatawan," terangnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved