Pemilu 2019

Pemilu Berlangsung Aman dan Damai, Alumni Jogja Satukan Indonesia Gelar Tumpengan

Tumpengan ini sebagai wujud syukur atas suksesnya penyelenggaraan pemilu yang dilaksanakan oleh KPU dan berbagai pihak.

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Alumni Jogja Satukan Indonesia menggelar tumpengan di Grand Pacific Hall Yogyakarta, Minggu (28/4/2019). Syukuran ini menandai suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2019. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Alumni Jogja Satukan Indonesia menggelar tumpengan di Grand Pacific Hall Yogyakarta, Minggu (28/4/2019).

Tumpengan ini sebagai wujud syukur atas suksesnya penyelenggaraan pemilu yang dilaksanakan oleh KPU dan berbagai pihak.

Dikemas dalam suasana budaya yang ceria dan akrab, syukuran ini dihadiri oleh ribuan peserta.

Enam Jajanan Kekinian di Jogja yang Wajib Dicoba

Dari pantauan Tribunjogja.com, beberapa tokoh dan seniman turut hadir dalam syukuran tersebut, seperti Butet Kertarajasa, Cak Lonthong, Djaduk Ferianto, Marwoto, dan Den Baguse Ngarso hingga Yu Beruk, Jonet, Wisben.

Mereka bersatu dalam satu tim untuk bersama para hadirin bergembira bersama, guyon, dan ngangkring bareng, sebuah praktek keakraban khas, yang yang biasa terjadi di tengah masyarakat sehari-hari.

Peserta juga dapat menikmati puluhan tumpeng yang dibawa secara suka rela oleh para peserta yang lain untuk disantap bersama sambal menikmati indahnya alunan music Sinten Remen.

Ajar Budi Kuncoro, Ketua Alumni Jogja Satukan Indonesia mengatakan pesta demokrasi tersebut telah berlangsung dengan sukses, lancar, aman, dan damai.

Hal ini membuktikan bahwa rakyat Indonesia memiliki kematangan dalam berdemokrasi.

Cak Nun Sebut Gonjang-ganjing Pemilu 2019 Hanya Terjadi di Kalangan Elit Politik

"Kami mengapresiasi yang tinggi kepada pihak-pihak yang telah bekerja keras dan bahkan mengorbankan jiwa dan raga demi menyukseskan perhelatan politik tersebut. Sebanyak 230 petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) bahkan sampai wafat dan gugur dalam tugas, dan 1671 mengalami sakit," sebutnya.

"(mereka) sebagai pahlawan demokrasi, pengorbanan mereka pasti tidak akan sia-sia demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, makmur dan sejahtera," tuturnya.

Tak hanya petugas dilapangan, apresiasi juga perlu disampaikan kepada KPU, Bawaslu, DKPP, dan aparat keamanan yakni TNI-Polri yang sudah berusaha semaksimal mungkin menyukseskan Pemilu 2019.

Pihaknya pun mengajak, tidak ada lagi identitas baik #01 maupun #02. Tidak ada lagi istilah “Kecebong” dan “Kampret”. Baginya, semua adalah satu keluarga besar, bangsa Indonesia.

"Kita semua adalah SATU. Satu Nusa, Satu bangsa, Satu bahasa: Indonesai tercinta. NKRI harga mati. Dari Jogja mari kita rajut kembali persatuan dan kesatuan. Mari kembali bersatu dalam pelukan Ibu Pertiwi," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved