Pelari Kenya Terkesan Keramahan Masyarakat Indonesia

Ia pun cukup terkesan dengan keramahan masyarakat yang menyambutnya antusias di sepanjang rute yang dilalui.

Pelari Kenya Terkesan Keramahan Masyarakat Indonesia
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Tiga pelari asal Kenya, Stephen Munghatia Mugambi, Daniel Gekara dan Muindi Onesmus Muasya mendominasi podium kategori full marathon open pria pada ajang Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2019 di Komplek Candi Prambanan, Minggu (28/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelari asal Kenya, Stephen Munghatia Mugambi (24) merajai even Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2019 usai mencapai finis tercepat pada kategori full marathon open pria dengan catatan waktu 2 jam 25 menit 48 detik.

Pada ajang lari ini yang mengambil titik start di Candi Prambanan, Minggu (28/4) ini, Stephen seolah tak mendapat perlawanan berarti dari dua rekan senegaranya, Daniel Gekara di posisi kedua dengan catatan waktu 2 jam 30 menit 11 detik dan Muindi Onesmus Muasya di tempat ketiga dengan catatan waktu 2 jam 31 menit 30 detik.

Saking cepatnya ia berlari, panitia yang bertugas membentangkan pita di garis finish pun dibuatnya kaget lantaran tak mengira bila ada pelari kategori full marathon yang telah mencapai akhir perlombaan.

Sebab, Stephen yang melahap lintasan sejauh 42 kilometer mampu mencapai finis hampir bebarengan dengan peserta di kategori 21 kilometer.

"Cuaca begitu sempurna untuk saya, tidak sia-sia saya datang dari Kenya Jumat (26/4) kemarin," kata Stephen ditemui usai perlombaan.

Ia mengaku tak mempunyai rahasia di balik raihan apik yang baru saja ia torehankan di MJM 2019.

Sebab, menurutnya, hasil positif selaras dengan latihan keras yang ia lakukan.

"Hanya berlatih. Lari saja dan berdoa. Ini ajang pertama saya (di MJM-red). Saya juga ikuti beberapa lomba di Indonesia. Saya pernah ikut di Bandung dan Bosowa Marathon juga dan saya selalu menang. Tahun lalu saya menang di Bosowa, lalu di Bandung. Di Lombok saya menempati posisi keempat," kata Stephen.

Mugambi menceritakan, bukan permasalahan nafas atau otot yang jadi penghalang di event kali ini. Namun jalur sempit yang bebarengan dengan peserta 21 kilometer serta water station yang dipenuhi peserta menjadikannya kehilangan catatan waktu.

Kendati demikian, hal tersebut bukan menjadi masalah baginya. Sebab, ia pun cukup terkesan dengan keramahan masyarakat yang menyambutnya antusias di sepanjang rute yang dilalui.

"Banyak orang yang sangat baik. Ini event yang sangat menyenangkan. Meriah sekali untuk melihat banyak orang yang menyemangati kami," kata Stephen.

"Ya. Mereka menambah semangat saya. Mereka buat saya tidak memikirkan tentang lelah. Mereka bantu saya buat lebih kuat. Saya hanya lari dan bersenang-senang. Sebab, kalau lari sendiri kita memikirkan kapan lomba ini selesai, berapa waktu yang harus saya penuhi," imbuhnya.

Ia pun berencana untuk kembali ambil bagian di ajang MJM di tahun mendatang. Namun, Oktober mendatang ia juga bakal kembali ke Indonesia untuk ambil bagian di ajang Jakarta Marathon 2019.

"Ini kemenangan pertama di tahun ini. Ini kepesertaan pertama saya di event (MJM) dan tampaknya akan jadi agenda saya tahun depan," kata Stephen.

"Saya kembali lagi ke Jakarta Marathon di Oktober nanti," pungkasnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved