KPU Sleman Bakal Lakukan Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten pada Awal Mei 2019

KPU Kabupaten Sleman merencanakan rekapitulasi suara tingkat kabupaten pada awal Mei mendatang.

Tribun Jogja/ Santo Ari
Pemilih yang 17 April lalu kehabisan surat suara mengikuti pemungutan suara lanjutan di TPS 043 Catur Tunggal, Depok, Sleman, Sabtu(27/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman merencanakan rekapitulasi suara tingkat kabupaten pada awal Mei mendatang.

Hal tersebut dikarenakan, hingga saat ini belum semua proses rekapitulasi rampung ditingkat kecamatan,

Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Sleman, Indah Sri Wulandari, menargetkan pada tanggal 2, 3, 4 Mei pihaknya akan melakukan rekapitulasi suara di tingkat Kabupaten.

Perbedaan jumlah TPS di setiap kecamatan menjadi penyebab belum semua kecamatan bisa merampungkan proses rekapitulasi.

“Seperti kecamatan Depok, itu kan jumlah TPS-nya banyak, sekitar 400-an, selain itu kan juga ada digelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL),” jelas Indah, Minggu (28/4/2019).

Namun demikian, dari catatanya, hingga Sabtu (27/4/2019) kecamatan yang sudah menyelesaikan proses rekapitulasi yakni Kecamatan Pakem, Tempel, Turi, Seyegan, dan Minggir.

Selain banyaknya TPS, salah satu faktor yang menghambat jalannya rekapitulasi suara adalah terjadinya selisih suara.

Salah seorang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Depok, Wuri Handayani mengatakan, terkadang, proses rekapitulasi terkendala adanya selisih suara, hal tersebut membuat petugas harus bekerja lebih ekstra.

"Petugas akan bekerja untuk mengecek, jika selisih suara tidak ketemu, maka akan dibuka kotak suara di depan para saksi untuk memeriksa plano dan membuka surat suara satu persatu," ungkapnya.

Ia mengatakan, rata-rata, selisih suara yang ditemukan hanya satu, sehingga cukup mempersulit.

"Namun kami punya trik, jika ada selisih suara, kami akan panggil KPPS-nya, yang lebih mengerti," bebernya.

Sebelumnya, Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ikhsan Siregar memantau, masih banyak ditemukan kesalahan penghitungan suara atau selisih di beberapa kecamatan.

Selisih yang dimaksud adalah adanya perbedaan jumlah pemilih yang mencoblos dibandingkan jumlah suara yang berhasil dihitung.

"Di beberapa kasus kita menemukan itu. Jadi ada beberapa selisih. Di cari-cari tidak ketemu di mana ini selisihnya. Kemudian disepakati dalam rapat rekapitulasi untuk penghitungan ulang," paparnya. (*)

Penulis: Santo Ari
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved