PSS Sleman

PSS Sleman Datangkan Satu Lagi Talenta Muda

Guna memenuhi tiga slot tersisa, satu talenta muda asli Sleman pun kembali didatangkan.

PSS Sleman Datangkan Satu Lagi Talenta Muda
persibabantulofficial
Winger muda asli Sleman, Vicky Aditya, kala berseragam Persiba Bantul di kompetisi musim 2018 lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2019, tim promosi PSS Sleman masih menyisakan pekerjaan rumah memenuhi slot tujuh pemain di bawah usia 23 tahun.

Sesuai regulasi, setiap klub peserta kompetisi diwajibkan menyertakan tujuh pemain dari tim U-23 dalam skuad yang akan berlaga di Liga 1 musim ini.

Sejauh ini, tim besutan pelatih Seto Nurdiantoro tersebut baru memiliki empat pemain berstatus U-23, Arie Sandy, Irkham Zahrul Mila, Irsan Lestaluhu, dan Muhammad Sidik Saimima.

Ini Dia Proses Pembuatan Cilok Gajahan Alun-Alun Jogja yang Super Pedas Itu

Guna memenuhi tiga slot tersisa, satu talenta muda asli Sleman pun kembali didatangkan.

Ialah winger yang sempat magang di PSS Sleman kemudian bergabung ke Persiba Bantul, Vicky Aditya.

"Sekilas penampilan dia (Vicky-red) oke, adaptasinya bagus. Nanti kami lihat, namun kemungkinan masuk ada. Karena Vicky pernah ikut saya waktu magang dulu, jadi saya tahu," kata pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro pada Tribunjogja.com.

Lebih lanjut, Seto pun tak mempersoalkan mengenai posisi dua pemain yang bakal mengisi dua slot U-23 tersisa, mengingat waktu yang kian mepet.

"Mengenai posisi pemain tidak begitu masalah. Memang ada dua kemungkinan, kami mengembangkan pemain yang kami ambil dari PSS U-20 atau mengambil pemain yang sudah jadi," ujarnya.

Kick Off Liga 1 2019 Diundur, Ini Keuntungan dan Kerugian yang Didapat PSS Sleman

Terlepas dari regulasi U-23, sebenarnya kebutuhan pemain PSS Sleman sudah terpenuhi.

Namun, karena diwajibkan mengaplikasikan regulasi tersebut, jadi PSS Sleman masih dalam perburuan pemain.

"Saat ini ada 27 pemain, tiga slot lagi untuk pemain usia di bawah 23 tahun. Mungkin ada dari Liga 1, tapi belum tahu dari manajemen sounding-nya seperti apa," lanjut eks pelatih PSIM Yogyakarta tersebut.

Sementara itu, di aspek taktik dan strategi, Seto tengah fokus memberikan menu latihan membangun kerja sama tim yang diakhiri materi penyelesaian akhir.

Seto ingin para pemainnya lebih efisien dalam memaksimalkan setiap peluang yang dimiliki.

"Perkembangan pemain dari latihan ke latihan memang ada yang harus diperbaiki, minimal mereka tahu ada momen finishing yang harus cepat ciptakan. Kalau tidak ada, baru ada kombinasi," kata Seto.

"Stimulus untuk finishing kita berikan latihan tendangan bebas, sepak pojok dan variasi umpan," pungkasnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved