Kasus TKI

Detik-detik Penjemputan 2 TKI yang Divonis Mati atas Tuduhan Ilmu Hitam, Majikan Halangi KBRI

Detik-detik terakhir penjemputan Sumartini dan Warnah oleh KBRI dihalangi majikan. Keduanya semula dituduh melakukan sihir terhadap keluarga majikan

Detik-detik Penjemputan 2 TKI yang Divonis Mati atas Tuduhan Ilmu Hitam, Majikan Halangi KBRI
KBRI RIYADH via serambinews
Dua pekerja Indonesia, Sumartini dan Warnah, pada 2009 dijatuhi hukuman mati karena dinyatakan menggunakan ilmu hitam terhadap keluarga majikan. 

Detik-detik Penjemputan Sumartini dan Warnah, 2 TKI yang Divonis Mati atas Tuduhan Melakukan Sihir atau Ilmu Hitam, Majikan Bersikeras Keduanya Harus Tetap Dipenjara dan Ingin Gagalkan Upaya KBRI

TRIBUNJOGJA.COM - KBRI di Riyadh akhirnya berhasil membebaskan dan melakukan penjemputan Sumartini dan Warnah, dua TKI di Arab Saudi, yang sejak 10 tahun lalu divonis hukuman mati atas tuduhan kasus sihir dan ilmu hitam.

Sumartini dan Warnah semula divonis mati atas tuduhan melakukan sihir atau ilmu hitam terhadap keluarga majikannya di Arab Saudi. Kini keduanya bebas.

Detik-detik terakhir penjemputan Sumartini dan Warnah dari penjara menuju bandara pun diwarnai upaya keluarga majikan yang bersikeras keduanya tetap harus dijebloskan ke penjara.

Namun KBRI akhirnya berhasil meyakinkan pemerintah Saudi, sehingga Sumartini dan Warnah pun bisa meninggalkan Saudi menuju Jakarta. 

Informasi dihimpun Tribun Jogja terkini dari BBC via Serambi Indonesia, dua tenaga kerja Indonesia ( TKI ), Sumartini binti Manaungi Galisung dan Warnah binti Ni'ing, dibebaskan dari hukuman mati.

Warga NTB dan Jabar

Dua TKI itu bebas setelah sepuluh tahun lalu dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan pidana di Riyadh, Arab Saudi.

Keterangan yang dikeluarkan kedutaan besar Indonesia di Riyadh, Rabu (24/04/2019), menyebutkan bahwa Sumartini yang berasal dari Nusa Tenggara Barat dan Warnah dari Karawang, Jawa Barat, sudah meninggalkan Saudi pada Selasa (23/04/2019).

"Setelah melalui perundingan yang alot, kedutaan bisa meyakinkan pemerintah Saudi, sehingga dua warga Indonesia ini dibolehkan boleh," kata Agus Maftuh Abegebriel, duta besar Indonesia untuk Saudi kepada kantor berita AFP.

Disebutkan pula Sumartini dan Warnah tiba di Jakarta pada Rabu (24/04/2019) siang.

Ilustrasi TKI
Ilustrasi TKI (Grid.id)

Tuduhan sihir

Halaman
123
Editor: ose
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved