Boneka Rajut Nurlaini Diminati Pasar Nasional, Sampai Kewalahan Layanan Pesanan

Boneka Rajut Nurlaini Diminati Pasar Nasional, Sampai Kewalahan Layanan Pesanan

Boneka Rajut Nurlaini Diminati Pasar Nasional, Sampai Kewalahan Layanan Pesanan
Dok pri
Sejumlah hasil boneka rajutan kreasi Nurlaini. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Belum genap setengah tahun, usaha yang dirintis Nurlaini (29) sudah kebanjiran orderan dari para pelanggannya.

Usahanya bisa dibilang sederhana, memanfaatkan waktu luang dan kosong untuk membuat boneka rajutan yang populer dengan sebutan amigurumi.

Nur mengaku mulai melakoni usahanya sejak Desember 2018 lalu. Sebelumnya Ia malah belum punya pengalaman sama sekali dengan rajut-merajut.

Namun berbekal coba-coba dan intip-intip tutorial di laman media sosial, kini Ia betah menjalani usaha itu.

"Awalnya cuman pengen cari usaha yang bisa dikerjakan di rumah aja sambilan begitu, akhirnya milih boneka rajutan," kata Nur saat dihubungi Tribun Jogja, Kamis (25/4/2019).

100 Peserta Akan Berkreasi dengan Terong dan Daun Kelor di Jajal Jajanan Sleman

Satu buah boneka rajutan bisa dikerjakannya dalam waktu 2-3 hari tergantung tingkat kerumitan dan kombinasi benang yang digunakan.

Semakin banyak pilihan warna atau jika baru pertama kalinya mengerjakan pesanan dalam bentuk pola yang baru, waktu yang dibutuhkan cenderung semakin lama.

"Biasanya banyak yang pesan itu model-modelnya hewan. Kadang kelinci atau boneka Dino," ungkapnya.

Nur hanya mengerjakan boneka rajutan dengan sistem pemesanan dan tidak mempunyai stok barang yang telah jadi. Ia mengaku dalam seminggu bisa mengerjakan hingga 3-4 boneka.

Besok, Jajal Jajanan Sleman Akan Dibuka di Sleman City Hall

"Sebulan rata-rata bisa 10 sampai 12 boneka, kadang aku sampai setop orang yang mau pesan karena takut nggak sempet," tambahnya.

Pemesan pun tidak hanya datang dari area Jogja saja, karena memanfaatkan penjualan dalam jaringan (daring) Ia mengaku boneka rajutannya juga cukup banyak dipesan dari pembeli luar kota.

"Ada juga yang dari Kalimantan. Omzetnya masih di Rp1,5 sampai Rp2 juta an. Karena agak terkendala di waktu dan tenaga, jadi kapasitas belum bisa banyak," pungkas Nur. (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved