Kota Yogyakarta

Besok, Operasi Pasar Bawang Putih Digelar di Pasar Beringharjo

Adhy menjelaskan, kenaikan harga bawang putih yang terjadi sejak 10 April 2019 lalu ini bukan lantaran menjelang Ramadan, melainkan penyesuaian harga

Besok, Operasi Pasar Bawang Putih Digelar di Pasar Beringharjo
cookinglight.com
ilustrasi bawang putih 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan importir bawang putih pusat akan menggelar operasi pasar bawang putih di Pendopo Beringharjo, Sabtu (27/4/2019) mulai pukul 09.00.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Yogyakarta, Adhy Pradana menjelaskan bahwa operasi pasar tersebut merupakan tindak lanjut dari harga bawang putih yang pada minggu ini melonjak hingga menyentuh Rp 58-60 ribu per kilogram.

"Operasi pasar bawang putih ini untuk pedagang maupun konsumen langsung. Jenis bawang putih dalam operasi pasar ada bawang putih sinco dan kating," ungkapnya, Kamis (25/4/2019).

Harga Bawang Putih Impor Tinggi, Pemprov DIY Segera Gelar OP

Adapun untuk harga jual kedua jenis bawang putih tersebut untuk pedagang dan konsumen dibedakan.

Adhy mengatakan, kepada pedagang harga jual bawang putih sinco adalah Rp 20ribu per kilogram dan bawang putih kating Rp 32ribu per kilogram.

Sementara untuk konsumen langsung yakni bawang putih sinco Rp 30ribu per kilogram dan bawang putih kating 37,5ribu per kilogram.

"Pembelian bagi pedagang dijatah maksimal 2 sak per karung yang beratnya 18 kilogram untuk masing-masing komoditi yakni bawang putih sinco dan kating. Namun bila hanya membeli bawang putih kating maka hanya bisa ambil 2 sak per karung bawang putih kating dan wajib beli 1 sak per karung untuk bawang putih sinco," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan operasi pasar tersebut, lanjutnya, akan dimonitoring oleh lurah pasar minimal 3 hari setelah pelaksanaan operasi pasar.

Harga Bawang Putih di Pasar Bantul Melambung jelang Lebaran

"Lurah pasar juga diharapkan memantau harga secara langsung di lapangan terkait dua komoditas bawang putih ini sehingga adanya operasinpasar bawang putih ini berdampak signifikan bagi masyarakat," ungkapnya.

Adhy menjelaskan, kenaikan harga bawang putih yang terjadi sejak 10 April 2019 lalu ini bukan lantaran menjelang Ramadan, melainkan penyesuaian harga oleh agen.

"Saya mendapatkan informasi dari importir bahwa ini permainan agen. Stok tinggal sedikit dan permintaan banyak sehingga harga naik secara signifikan," bebernya.

Ia menambahkan, bahwa pada saat Ramadan, Lebaran, dan setelah Lebaran, harga kebutuhan pokok, khususnya bawang putih, harus stabil.

"Ke depan akan kami fasilitasi importir untuk mendapatkan tempat di pasar. Beberapa daerah lain, karena harganya terlalu tinggi maka pemerintah pusat meminta importir untuk langsung terjun ke lapangan, khususnya di kota," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved