Tak Gunakan Plastik, Supermarket di Thailand dan Vietnam Gunakan Daun Pisang untuk Bungkus Sayuran

Supermarket-supermarket besar di Thailand dan Vietnam mulai memanfaatkan daun pisang untuk pembungkus sayuran

Tak Gunakan Plastik, Supermarket di Thailand dan Vietnam Gunakan Daun Pisang untuk Bungkus Sayuran
Tuoi Tre News
Sejumlah supermarket besar di Vietnam mulai menggunakan daun pisang untuk bungkus produk 

Foto bungkus Indomie bertuliskan "Dirgahayu 55 Tahun Indonesiaku" ditemukan di Pantai Sendang Biru di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, viral di media sosial.

Foto itu ramai diperbincangkan karena bungkus Indomie ini tentu saja berusia sekitar 19 tahun.

Baca: Tak Hanya Bungkusnya, Mi Instan pun Sulit Terurai dalam Tubuh

Foto tersebut diunggah oleh Fianisa Tiara Pradani, pemilik akun Twitter @selfeeani. Beberapa jam kemudian, postingan itu menuai banyak perhatian warganet. Bahkan, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti juga merespons dengan me-retweet melalui akun twitter @susipudjiastuti.

Dalam postingannya, mahasiswa semester 8 Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya (UB) itu menuliskan bahwa sampah plastik bungkus Indomie itu sudah berusia sekitar 19 tahun. Hal itu ditunjukkan dengan tulisan 55 Tahun Dirgahayu Indonesiaku yang tertera di bungkus plastiknya. Sementara itu, pada tahun 2019 ini, Indonesia akan merayakan HUT ke-74.

Seorang Penjual Indomie di Nigeria Warungnya Laris Manis, Rupanya Ia Tambahkan Resep Rahasia

Fia mengatakan, sampah itu ditemukan di sela mengambil sampel air dan sedimentasi di Sendang Biru bersama teman-temannya.

Lidah Orang Nigeria Ternyata Cocok dengan Indomie, Bahkan Produk Ini Nyaris Seperti Makanan Pokok

"Menemukannya itu, sudah selesai ambil sampel air, nunggu surut. Ada sampah banyak, ya sudah lah sekalian bersihin sampah," kata mahasiswa angkatan 2015 itu melalui sambungan telepon kepada Kompas.com, Minggu (7/4/2019) malam.

Pabrik Indomie Merambah ke Serbia, Warga Bisa Merasakan Mi Instan Buatan Indonesia di Eropa

"Masak saya penelitian tidak bersihin sampah juga. Pikir saya seperti itu. Ambil-ambil lah sampah plastiknya," lanjutnya kemudian.

Menurut Fia, sampel itu untuk penelitian skripsi yang menganalisa makro dan mikro plastik. "Tadi pengambilan sampel yang ketiga. Maret saya sudah ke sana, Februari bahkan sudah survei," katanya.

Meski begitu, Fia menilai bahwa kondisi sampah di Pantai Sendang Biru tidak sebanyak pantai-pantai lainnya.

Baca: Tak Hanya Bungkusnya, Mi Instan pun Sulit Terurai dalam Tubuh

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara belum bisa dimintai tanggapan terkait sampah plastik bungkus Indomie itu.

"Itu sebenarnya Dinas Lingkungan Hidup. Nanti saya telepon lagi. Saya masih ada acara," katanya. Plt Bupati Malang, M Sanusi juga belum merespons ketika dihubungi untuk diminta tanggapannya soal sampah di pantai. (*)

Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved