Sempat Dikira WNI, Nama Pelaku Bom di Sri Lanka Bukan Insan Setiawan Tapi Insan Seelawan

Identitas salah satu pelaku serangan bom bunuh diri di Sri Lanka akhirnya terkuak. Ia teridentifikasi bernama Insan Seelawan

Sempat Dikira WNI, Nama Pelaku Bom di Sri Lanka Bukan Insan Setiawan Tapi Insan Seelawan
DOK
Salah satu pelaku serangan bom bunuh diri di Sri Lanka terekam kamera CCTV, sesaat sebelum terjadi ledakan 

bicara kepolisian Ruwan Gunasekera dalam keterangan tertulis menyatakan korban tewas saat ini mencapai 310 orang dari sebelumnya dilaporkan 290 orang.

Kemudian jumlah korban luka berada di angka 500 orang.

Seorang wanita menangisi keluarganya yang menjadi korban serangan teror di Sri Lanka.
Seorang wanita menangisi keluarganya yang menjadi korban serangan teror di Sri Lanka. (via CNN)

Gunasekera juga mengatakan kepolisian telah menangkap 40 orang yang dianggap berhubungan dalam ledakan tersebut.

Pemerintah Sri Lanka menyalahkan kelompok ekstremis lokal, National Thawheeth Jamaath (NJT), sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden itu.

Serangan bom yang terjadi pada Minggu pagi waktu setempat itu menyasar gereja karena bertepatan dengan peringatan Minggu Paskah serta hotel mewah.

Teka-teki Informasi Intelijen pada 10 Hari Sebelum Rangkaian Serangan Bom di Sri Lanka

Pengamat terorisme Al Chaidar menguatkan pernyataan Kementerian Luar Negeri yang memastikan bahwa Insan Setiawan, pelaku bom bunuh diri di gereja di Sri Lanka pada saat perayaan Paskah, Minggu (21/4/2019) lalu, adalah warga lokal Sri Lanka dan bukan warga Indonesia.

"Insan Setiawan adalah warga lokal Sri Lanka. Bukan WNI. Namanya memang sangat 'Indonesia', namun bukan warga Indonesia."

Rekaman CCTV Ungkap Pelaku Pengeboman Gereja Sri Lanka, Usap Kepala Bocah Lalu Meledakkan Diri
Rekaman CCTV Ungkap Pelaku Pengeboman Gereja Sri Lanka, Usap Kepala Bocah Lalu Meledakkan Diri (Times of India via Daily Mirror)

"Sri Lanka memang memiliki budaya yang relatif dekat dan banyak kesamaan dengan budaya Indonesia. Termasuk dalam hal nama orang dan tempat," kata Al Chaidar saat dikonfirmasi Warta Kota Selasa (23/4/2019).

Karenanya kata tidak tidak aneh jika ada kemiripan nama pelaku dengan banyak nama orang di Indonesia.

"Jadi itu bisa saja mirip, karena budaya Sri Lanka dan Indonesia relatif dekat," kata Al Chaidar.

Halaman
123
Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved