Bantul

Wiwitan di Tengah Sempitnya Lahan Pertanian

Sejatinya wiwit adalah mengambil padi yang sudah tua, untuk disimpan dan kelak digunakan sebagai benih di masa tanam yang akan datang.

Wiwitan di Tengah Sempitnya Lahan Pertanian
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul F
Perwujudan Dewi Sri dibawakan oleh penari Nani Sawitri yang membawakan tarian ritual dalam upacara wiwitan di Kampung Nitiprayan, Desa Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. 

Sedangkan  secara lahiriah "wiwit" diartikan sebagai penjaga ketahanan pangan melalui budidaya petani, dalam mengolah lahan pertaniannya.

Sejatinya wiwit adalah mengambil padi yang sudah tua, untuk disimpan dan kelak digunakan sebagai benih di masa tanam yang akan datang.

“Wiwit merupakan kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai luhur budaya bangsa karena memiliki ajaran tentang keseimbangan hidup antara manusia dengan alam,” ujarnya.

Perayaan Wiwitan atau pesta panen ini merupakan kerja bersama SALAM, forum orang tua SALAM (FOR SALAM) warga Nitiprayan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Tani dan didukung oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved