Bantul

Seorang Ketua KPPS di Bantul Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan Ketika Jaga TPS

Mujiono, salah satu ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 49 Gilangharjo, Kecamatan Pandak, meninggal dunia.

Seorang Ketua KPPS di Bantul Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan Ketika Jaga TPS
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 2019 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Mujiono, salah satu ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 49 Gilangharjo, Kecamatan Pandak, meninggal dunia.

Ia diduga meninggal karena kelelahan setelah semalaman menjaga tempat pemungutan suara.

"Meninggalnya karena sakit, setelah dirawat di rumah sakit," kata Komisioner KPU Bantul Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Arif Widayanto, dihubungi Selasa (23/4/2019).

Ia menjelaskan, sehari sebelum pemungutan suara, Mujiono terlibat dalam proses persiapan pemungutan suara, mulai dari pendirian TPS hingga menjaga logistik, semalaman.

90 Petugas KPPS Meninggal Diduga Kelelahan, Ini Penjelasan Bahaya di Balik Kerja Berlebihan

Pagi harinya, Rabu 17 April 2019 menjelang proses pemungutan suara, Mujiono pulang ke rumah karena merasa tidak enak badan.

Kemudian, diperiksa dan menjalani perawatan medis di rumah sakit Santa Elisabeth Ganjuran.

Hingga akhirnya meninggal dunia.

" Jadi, dia tidak melakukan kerja di hari H [pemungutan suara]. Diduga meninggal dunia karena kelelahan, mempersiapkan TPS dan menjaga logistik semalaman," terangnya.

Ketua KPPS di TPS 25 Sagan Meninggal Dunia Kelelahan Usai Pemilu

Kata Arif, pihak KPU Bantul sudah melakukan takziah ke rumah duka.

Bahkan, sudah menyampaikan kejadian tersebut ke KPU RI di Jakarta termasuk melampirkan data SK KPPS dan berita lelayu.

"Untuk santunan, kami masih menunggu dari KPU RI," ujar Arif.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved