Warung Bakmi Pak Hardi, Ganjar Pranowo Selalu Pesan Mi Godok Tanpa Mi Putih

warung bakmi Pak Hardi Desa Wadas, Tridadi, Sleman, DI Yogyakarta. Tepatnya di Jalan Magelang-Jogja.

Editor: Iwan Al Khasni
(TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN)
Warung Bakmi Pak Hardi, Sering Dikunjungi Ganjar Saat Pergi Ke Jogja 

Setiap orang paling tidak memiliki satu makanan dan minuman favoritnya. Tak terkecuali Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah Magelang maupun Jogja, dirinya selalu menyempatkan diri untuk mampir di warung bakmi Pak Hardi.

Warung tersebut berada di Desa Wadas, Tridadi, Sleman, DI Yogyakarta.

Tepatnya di Jalan Magelang-Jogja.

Sesuai namanya, warung makan ini menyediakan bakmi rebus, bakmi goreng, dan nasi goreng.

Proses memasaknya tetap menggunakan arang sebagai bahan bakar.

Hardi (82), pemilik warung makan ini mengatakan warung bakmi Pak Hardi sudah ada sejak tahun 2000.

"Sebelumnya saya jualan ikut orang sejak tahun 1978. Lalu pada tahun 2000 saya buka warung di sini hingga sekarang," paparnya.

Ia menambahkan, Ganjar Pranowo sudah berkunjung ke warungnya lebih dari lima kali.

Makanan yang selalu dipesannya yakni bakmi godok tanpa mi putih.

"Pak Ganjar kira-kira sudah lima kali ke sini. Pesannya selalu bakmi godok tidak pakai mi putih," ujarnya.

Selain Ganjar, pejabat yang pernah makan di warung bakmi Pak Hardi yakni Bupati Sleman, lurah sekitar, dan pejabat-pejabat dari Magelang.

Rekomendasi 5 Warung Bakmi dan Nasi Goreng Enak di Bantul

Rekomendasi 5 Warung Bakmi Jawa Enak di Yogyakarta yang Wajib Dicoba

Kisah Romantis Sri Sultan dan GKR Hemas Berawal dari Warung Bakmi

Bakmi Pak Hardi
Bakmi Pak Hardi (TRIBUNJATENG)

Hardi memiliki tujuh orang anak. Sebagian besar dari mereka meneruskan usaha ayahnya.

Warungnya tersebar di beberapa daerah di Yogyakarta.

"Ada yang jualan di dekat sini, ada juga yang buka di dekat Monumen Jogja Kembali (Monjali). Yang di Monjali namanya warung bakmi Bu Asih," tegasnya.

Satu porsi bakmi maupun nasi goreng dibandrol seharga Rp 16 ribu.

Sedangkan minumnya Rp 2 ribu untuk es teh atau teh hangat, dan Rp 4 ribu untuk es jeruk atau jeruk hangat.

"Dalam sehari saya bisa habis 150 porsi. Bukanya dari jam 18.00 hingga 02.30 WIB dini hari. Tapi biasanya paling ramai jam 00.00 WIB," pungkasnya. (Faizal M Affan)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved