Salah Mencoblos Partai Pilihannya di TPS, Pria Ini Kesal Lalu Memotong Jarinya

Pawan Kumar diwartakan Dailymail nekat memotong jarinya hanya lantaran kesal dirinya salah memilih partai

Salah Mencoblos Partai Pilihannya di TPS, Pria Ini Kesal Lalu Memotong Jarinya
Ist
Ilustrasi: Pencoblosan 

Salah Mencoblos Partai di TPS, Pria Ini Marah-marah Lalu Memotong Jarinya

TRIBUNJOGJA.COM - Ada-ada saja hal di luar nalar yang dilakukan para pemilih saat digelar pemilihan umum. 

Jika di Indonesia kemarin sempat viral video pemilih yang kecewa gara-gara hasil quick count di India, seorang pemilih bernama Pawan Kumar juga melakukan tindakan di luar nalar sehat!.

Pawan Kumar diwartakan Dailymail nekat memotong jarinya hanya lantaran kesal dirinya salah memilih partai yang diinginkannya di tempat pencoblosan (TPS).

Kejadian pria yang memotong jari tangannya ini terjadi di India, yang notabene pemilunya hampir bersamaan dengan Indonesia.

Pria yang berasal dari Lok Sabha, India itu begitu kecewa dan kesal serta marah lantaran dirinya salah memilih partai yang tak sesuai dengan pilihannya.

Pria bernama Pawan Kumar itu bahkan memotong jari tangannya sendiri sebagai ungkapan kesal karena telah tak sengaja salah memilih partai di Pemilu India, Kamis (18/4/2019).

Pawan mengatakan, dia bingung ketika melihat berbagai simbol partai.

Dia sudah mantap akan memilih Bahujan Samaj Party (BSP) yang mengusung kandidat bernama Yogesh Sharma.

Namun di mesin voting, Pawan justru memilih Bharatiya Janata Party (BJP).

Usai memberikan suaranya, sama halnya dengan Pemilu di Indonesia, Pawan harus mencelupkan jarinya ke tinta.

Pada saat itulah, Pawan menyadari bahwa dia telah memilih partai yang salah.

"Saya ingin memilih gajah, tetapi saya memilih bunga secara tidak sengaja," ujar Pawan merujuk pada logo partai.

Citra yang digunakan dalam simbol partai sangat penting di India, di mana tingkat melek hurufnya sekitar 70 persen.

Ini berarti hampir sepertiga pemilih akan mengidentifikasi partai pilihan mereka hanya berdasarkan lambangnya.

Diwartakan BBC, Pawan sempat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis kemudian ia diperbolehkan pulang.(*)

Editor: Rina Eviana
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved