Lima Fakta Serangan Teror di Gereja dan Hotel di Sri Lanka, Memo Intelijen Hingga Medsos Dilumpuhkan

Setidaknya 290 orang tewas dan lebih kurang 500 lainnya luka-luka akibat serangan teror. Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab

Lima Fakta Serangan Teror di Gereja dan Hotel di Sri Lanka, Memo Intelijen Hingga Medsos Dilumpuhkan
via CNN
Seorang wanita menangisi keluarganya yang menjadi korban serangan teror di Sri Lanka. 

Lima Fakta Serangan Teror di Gereja dan Hotel di Sri Lanka

TRIBUNJOGJA.COM ----- Ketenangan perayaan Paskah di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019), berubah menjadi suasana mengerikan setelah bom meledak secara beruntun di gereja dan hotel di negara tersebut.

Setidaknya 290 orang tewas dan lebih kurang 500 lainnya luka-luka akibat serangan teror tersebut.

Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab terhadap delapan ledakan yang mengguncang Sri Lanka.

Namun saat ini seperti dilaporkan AFP, otoritas setempat telah menangkap 24 orang.

Menurut Menteri Pertahanan Sri Lanka, Ruwan Wijewardene, para pelakunya adalah ekstremis agama meskipun belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan tersebut.

Berikut adalah lima fakta tentang serangan teror di Sri Lanka.

1. Peringatan Serangan Teror Sudah Muncul 10 Hari Sebelumnya

Sepuluh hari sebelum serangan terjadi, telah beredar memo intelijen tentang dugaan rencana penyerangan tersebut.

Memo itu tertanggal 11 April dan ditandatangani oleh Wakil Inspektur Jenderal Polisi, Priyalal Dissanayake.

Halaman
123
Penulis: say
Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved